Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sudah Waktunya Sistem Mata Uang RI Dievaluasi

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Jum'at, 24 Desember 2010 |17:17 WIB
Sudah Waktunya Sistem Mata Uang RI Dievaluasi
Rupiah. Foto: Ade/okezone
A
A
A

JAKARTA - Penerapan sistem nilai tukar mata uang di Indonesia masih menuai kritikan. Sistem ini dianggap sudah tidak layak diterapkan.

"Sistem nilai tukar (mata uang) sudah waktunya dievaluasi, waktunya kita pertimbangkan apakah sistem ini masih layak?" ungkap pengamat ekonomi Farial Anwar, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, sistem free floating rate yang dianut Indonesia sangat mengganggu tapi masih tetap dipertahankan. "Free floating rate itu sangat mengganggu, tapi kenapa kita bertahan," ungkapnya.

Dia pun mengakui bila penguatan nilai mata uang rupiah setelah mengalami pelemahan akan sangat sulit dibangkitkan kembali.

"Kalau dolar naik, maka kejatuhan rupiah akan susah direm. Ini menunjukkan masih ada ketidakpastian yang luar biasa karena momentum. Seharusnya sudah kita pertimbangkan dari pengalaman dahulu," tambahnya.

Dia memberikan contoh negara-negara lain yang mengadopsi sistem berbeda. "Kita lihat saja Myanmar yang mengadopsi sistem fix (sistem mata uang), meskipun sempat ada gejolak-gejolak di dalam negara, tapi kan nilainya tetap stabil," paparnya.

Dia menilai ada instrumen tertentu untuk mengendalikan nilai tukar seperti adanya intervensi. "Kalau lagi menguat (rupiah) sebaiknya BI beli dolar, jadi supply rupiah ke pasar nanti ditarik lagi pake SBI, SUN, dan sebagainya," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement