Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sektor Komoditi Jadi Daya Tarik Investasi di RI

Sandra Karina , Jurnalis-Senin, 24 Januari 2011 |17:13 WIB
Sektor Komoditi Jadi Daya Tarik Investasi di RI
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Sektor industri dinilai berpotensi untuk mendorong masuknya investasi di Indonesia yakni yang berbasis sumber daya alam (SDA) dan komoditi.

"Mengingat prediksi harga komoditas terus mengalami kenaikan. Artinya, tahun ini sektor pertambangan, perkebunan dan pertanian akan bertumbuh cukup agresif," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa, saat dihubungi di Jakarta, Senin (24/1/2011).

Sedangkan untuk sektor industri manufaktur, kata Erwin, walaupun menunjukkan tren yang positif tetapi masih belum menunjukkan performa yang baik. "Jadi daya tarik investor memang masih di sektor yang memiliki basis SDA," ucap Erwin.

Sementara itu, menurut Erwin, 2011 ini merupakan momentum yang tepat dalam menggenjot masuknya investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

"Karena emerging market seperti Indonesia sedang dibanjiri likuiditas dan target investor internasional. Apalagi ditambah beberapa credit rating agency bersama-bersama menaikkan grade kita menuju investment grade," ujarnya.

Terkait target BKPM yang mematok realisasi investasi sebesar Rp240 triliun pada tahun ini, menurut Erwin, akan tercapai.

"Tapi juga harus diperhatikan beberapa hambatan yang selama ini mengganggu investor seperti infrastruktur dan persoalan konektivitas logistik antardaerah yang selama ini masih high cost dan tidak efisien. Masalah likuiditas juga pemerintah harus mampu mentransmisi ke sektor riil daripada di pasar finansial," ujar Erwin.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement