Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran Jajaki Investasi ke Indonesia

Sandra Karina , Jurnalis-Rabu, 09 Februari 2011 |19:19 WIB
Iran Jajaki Investasi ke Indonesia
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Sebanyak 40 delegasi bisnis asal Iran akan menyambangi Indonesia untuk menjajaki sejumlah kerja sama bisnis antara Indonesia dengan Iran.

Ketua Komite Kamar dagang dan industri (Kadin) untuk Timur Tengah, Afrika, dan OKI, Fachry Thaib menjelaskan, delegasi bisnis itu akan tiba di Indonesia pada hari Jumat (11/2/2011).

"Mereka mau melihat peluang kerja sama di Indonesia. Mereka berminat melakukan kerja sama di sektor automotif, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), kabel, ban, dan kawat. Indonesia banyak mengekspor produk-produk tersebut ke Iran melalui Dubai," kata Fachry di Jakarta, Rabu (9/2/2011).

Menurut Fachry, ekspor Indonesia ke Iran pada 2010 mencapai USD1 miliar. "Angka itu bisa melonjak lagi tahun depan. Selain itu, mereka berminat dengan sektor automotif Indonesia. Jadi, mereka ingin kita membuat pabrik automotif di sana," tuturnya.

Di sisi lain, Fachry mengakui, peluang kerja sama tersebut masih terkendala masalah tidak adanya perwakilan perbankan Indonesia di negara tersebut.

"Selain itu, pengusaha Indonesia tidak berani melakukan kerjasama perdagangan secara langsung dengan Iran.Pasalnya, Iran terdaftar dalam Office of Foreign Assets Control (OFAC). Lembaga yang di bawah Departemen Keuangan Amerika Serikat itu berhak mengembargo perdaganan atas negara yang terdaftar, bahkan yang bekerja sama dengannya," papar Fachry.

Dihubungi terpisah, Direktur jendral Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Agus Tjahayana menyambut positif rencana kedatangan delegasi bisnis Iran ke Indonesia.

"Saya baru dapat kabar dari Kementerian Luar Negeri. Mereka akan datang.  Saya belum tahu pasti peluang mereka. Tapi, menurut saya mereka membutuhkan bahan bangunan, komponen, dan kemungkinan beberapa tekstil. Pastinya akan kita tahu setelah pertemuan," jelas Agus.

Untuk kerjasama di sektor industri automotif, Agus mengusulkan, sebaiknya Iran berinvestasi di sektor suku cadang universal, bukan pabrik automotif.

"Hal ini dikarenakan industri automotif dalam negeri  dilakukan oleh sektor swasta  terutama dari Penanaman Modal Asing (PMA). Kalau tukar menukar perdagangan suku cadang universal seperti lampu, AKI, ban, kita bisa melakukan karena tidak terkait merek. Kalau suku cadang khusus harus mengunakan merek tertentu. Saya yakin produk suku cadang kita akan mampu bersaing," tandas Agus.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement