Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLN Dapat Pinjaman USD80 Juta dari Jepang

Muhammad Rifai , Jurnalis-Selasa, 22 Februari 2011 |19:36 WIB
PLN Dapat Pinjaman USD80 Juta dari Jepang
Logo PLN. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - PT PLN (Persero) dapat pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) Jepang sebesar USD80 juta.

Pinjaman tersebut mempunyai bunga sebesar 0,7 persen, dengan tenor selama 40 tahun. Adapun dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan gheotermal di Indonesia bagian Timur.

"Kami sudah dapat financing dari JICA USD80 juta, bunga 0,7 persen tenor 40 tahun. Karena ini soft-loan, kalau tidak murah, kita sulit mengembangkan di Indonesia Timur," ujar Kepala Divisi Energi Baru Terbarukan PLN Muhammad Sofyan, saat ditemui wartawan di Jakarta, Selasa (22/2/2011).

Menurut Sofyan, dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan PLTP Tulehu di Ambon yang berkapasitas 20 megawatt (MW) yang termasuk dalam Program Fast Track 10 ribu MW tahap dua. "Dana dari JICA. Merupakan hasil dari government to government yang merupakan salah satu cara PLN untuk menurunkan biaya per KWH," tandasnya.

Selain itu, PLN juga telah mendapatkan dana dari Asian Development Bank (ADB) untuk membangun PLTP di Mataloko (Flores) dan Sungai Penuh di Jambi. KWF Jerman juga memberikan pinjaman untuk membangun PLTP di Kotamubagu, Sulawesi Utara.

"Semuanya sudah konfirmasi dan komitmen, setelah eksplorasi selesai kami akan tandatangan. Untuk ADB sudah berjalan tapi dananya berupa pinjaman dan hibah," ujarnya.

Di samping itu, Pemerintah juga menganggarkan dana sebesar Rp1,16 triliun dari APBN 2011 untuk mengeksplorasi panas bumi di enam sampai tujuh lokasi di kawasan Indonesia Timur. Namun PLN tidak diikutsertakan secara langsung namun menggunakan skema Badan Layanan Umum (BLU).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement