Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Chief Executive dan Presiden AIA Group, Mark Tucker, menyatakan jika rata-rata uang pertanggungan tiap polis di Indonesia hanya Rp78 juta.
"Rata-rata uang pertanggungan tiap polis di Indonesia hanya Rp78 juta. Namun sebenarnya jumlah yang dibutuhkan untuk sebuah keluarga, kebutuhan yang bersifat mendadak itu adalah 10 kali lipat dari jumlah tersebut," ungkapnya saat konferensi pers di Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (24/5/2011).
Dijelaskannya, jika jumlah tersebut tidak cukup untuk melindungi seluruh keluarga, serta untuk biaya pendidikan dan yang lainnya dalam jangka panjang.
"Rp78 juta itu tidak cukup untuk melindungi keluarga, untuk edukasi, dan kebutuhan yang lainnya di depan. Yang berusaha kita tunjukkan adalah perbedaan yang mencolok antara apa yang mereka punya dengan apa yang mereka butuhkan," terangnya.
Sehingga, berangkat dari latar belakang tersebut, AIA mengeluarkan produk Asuransi Tambahan Hospital dan Surgical (H&S) terbaru untuk menjawab kebutuhan nasabah atas proteksi yang semakin berkembang.
"Produk yang kita keluarkan hari ini adalah jawaban dari hal tersebut. Asuransi tambahan H&S adalah produk asuransi kesehatan komprehensif menggunakan sistem penggantian biaya dan tanpa dana tunai yang melekat pada produk unit link konvensional dan syariah," bebernya.
Chief Executive dan Presiden AIA Group, Peter Crewe menyatakan jika Indonesia memilki potensi pertumbuhan yang sangat besar. Secara demografis, diisi oleh populasi kaum muda serta pasar domestik yang semakin kuat.
"Kebiasaan membeli asuransi adalah menuju ke peningkatan yang sangat baik. Ini juga untuk tren produk syariah. Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia. Produk yang kita tawarkan tentunya akan sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," jelas peter.
Namun, sayangnya hingga saat ini penduduk Indonesia yang telah terkover oleh asuransi kurang dari lima persen. Alasannya bukan karena dari adanya jarak proteksi, namun masih banyak orang yang belum memiliki asuransi. (ade)