Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wah, Bank Hati-hati Terima Dana Politikus

Erichson Sihotang , Jurnalis-Kamis, 26 Mei 2011 |19:26 WIB
Wah, Bank Hati-hati Terima Dana Politikus
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Adanya indikasi pencucian dana (money laundering) dalam pada produk nasabah prioritas ataupun praktik pembobolan yang terjadi belakangan ini, membuat perbankan menjadi lebih berhati-hati dalam menerima nasabah yang dianggap sebagai policial expose person.

Direktur Retail Banking PT ANZ Panin Bank Anthony Soewandy mengaku, dari evaluasi terhadap penghentian sementara produk wealth management selama sebulan, pihaknya mengaku lebih berhati-hati menerima dana nasabah yang berasal dari kalangan politisi atau yang terlibat dalam pemerintahan (policial expose person). Hal ini sesuai dengan prinsip Know Your Customer (KYC) yang menjadi isu penting untuk mengetahui profil nasabah.

"Evaluasi itu kan termasuk memeriksa KYC, kita jadi lebih aware terhadap political expose person ini karena untuk menghindari adanya money laundering. Bahkan kita harus minta persetujuan kepada direktur kepatuhan sebelum diambil jadi nasabah," ungkapnya usai Seminar Pembobolan Dana Nasabah Bank dan Celah Kriminal Priority Banking, di Jakarta, Kamis (26/5/2011).

Dia menjelaskan, Bank Indonesia (BI) meminta untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap layanan wealth management, yaitu setidaknya 75 persen dari total portofolio layanan tersebut. Dari hasil evaluasi tersebut, sejauh ini dirinya mengaku ANZ-Panin sudah memenuhi semua aturan (comply) dan SOP dalam pelaksanaan operasionalnya. "Audit dan evaluasinya sudah berjalan 3/4 nya," ujarnya

Menurut dia, dalam audit tersebut perseroan bahkan dibantu pusat usahanya yaitu grup internal audit dari Australia dan New Zealand. ANZ Panin Bank sendiri memiliki 28 cabang, dengan total portofolio sekitar Rp20 triliun dengan 33.000 nasaabah. Dia menuturkan, untuk menjadi nasabah priority setiap nasabah setidaknya memiliki dana minimum sebesar Rp500 juta, sementara untuk wealth management saldo minimunnya sebesar Rp25 juta.

“Kita memang main di segmen priority, tapi perlu diingat wealth management itu bukan segmentasi tapi tata kelola dana nasabah. Sehingga yang Rp100 juta pun itu termasuk nasabah wealth management kita,” tandasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement