Image

Ketika Pangan Mahal

\Ketika Pangan Mahal\
Ilustrasi. Foto: Koran SI

Di Indonesia, bahkan ketika bulan puasa belum mulai, harga pangan terus merangkak naik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan perintah untuk menjamin ketersediaan pangan di seluruh pelosok Tanah Air dengan harga terjangkau, dengan cara apapun, termasuk melalui program bantuan beras, operasi pasar, peningkatan produksi pangan, perlindungan harga jual gabah, penyaluran pupuk dan benih, serta peningkatan cadangan di Bulog (18/7).

Apakah ini akan efektif? Bila impor adalah cara yang dipilih untuk meningkatkan stok, seharusnya ini merupakan solusi sementara saja. Sudah tak bisa ditawar lagi, dalam jangka panjang wajib ada strategi agar kondisi pangan kita tidak semata ditentukan oleh pasar.

Dibutuhkan upaya sistematis membenahi kebijakan pangan di dalam negeri. Alasannya sebagai berikut: Di tingkat global, politisi di seluruh dunia kini sadar betul nilai strategis isu ketahanan pangan dan perlindungan bagi petani. Di negara maju, sekira separuh gaji dihabiskan untuk makan.

Di negara berkembang seperti Asia dan Afrika, hingga 80 persen gaji dibelikan makanan. Karena itu, negara lain pun mulai gamang bila pangan sampai dianggap terlalu mahal oleh warganya. Pada 2011 ini stok biji-bijian dikabarkan International Grains Council akan mengalami sedikit peningkatan, tapi tak akan cukup untuk jangka lebih panjang.

Secara psikologis, ada kekhawatiran yang besar terhadap kecukupan stok. Dalam negosiasi Putaran Doha, negara maju seperti Amerika Serikat (AS) bahkan menolak sama sekali diskusi seputar pemotongan subsidi ekspor produk pangan. Bagi AS, peningkatan ekspor adalah tambahan pekerjaan bagi warga AS.

Mengingat bahwa negosiasi Putaran Doha sudah berjalan 10 tahun, pantang bagi politisi yang di dalam negerinya juga sedang saling bersitegang, untuk menyerah di forum itu. Di sisi lain, Susan Schwab (2011) dalam Foreign Affairs menunjuk bahwa negara ekonomi baru seperti China, India dengan lihainya memanfaatkan aturan main Putaran Doha yang usang.

Dalam aturan itu, negara ekonomi baru masih tergolong negara berkembang dan karena itu mereka memosisikan diri dengan komitmen lebih ringan daripada negara maju. Akibatnya yang berlaku sekarang masih Paket 2008, di mana sejumlah pengecualian melahirkan biaya tinggi untuk impor.

China misalnya menerapkan tarif tinggi untuk impor jagung, kapas, gula, beras dan gandum. India mempertahankan 90 persen tarif perdagangan produk pertaniannya. Artinya, pangan memang langka dan berpotensi makin langka. Negara-negara maju melindungi para petaninya melalui subsidi sampai tak ada ruang negosiasi setitik pun bagi petani negara lain untuk bisa bersaing dengan adil.

Sementara Filipina, Vietnam, dan Thailand yang biasanya bisa diandalkan Indonesia untuk tambahan stok, bertekad memenuhi kebutuhannya sendiri dahulu sebelum mengekspor ke negara lain. Kehati-hatian yang satu diikuti kehati-hatian yang lain. Satu per satu negara mulai menutup diri dengan bicara atas nama ketahanan pangan.

Global Trade Alert mencatat makin tingginya tingkat proteksi perdagangan di seluruh dunia, khususnya di negaranegara maju dan ekonomi baru seperti Brasil, Rusia, India, China. Sepertiga proteksi di dunia dilakukan di keempat negara ini. Pada kuartal pertama 2011, ada 84 mekanisme proteksi baru yang diterapkan di seluruh dunia (tadinya ada 85 di akhir 2010), dan pada kuartal kedua 2011 ditemukan 50 lagi.

Indonesia tercatat punya 48 mekanisme proteksi, China 68, India 91, AS 90, Rusia 122, dan Brasil 75. Jadi, sementara ini negosiasi di tingkat internasional akan diwarnai kehati-hatian yang luar biasa. Stok tambahan dari luar negeri relatif terbatas dan mahal. Ironisnya, di tataran domestik, penyelesaian masalah harga pangan yang tinggi seperti berjalan di tempat.

Padahal, mengatasi harga pangan tak bisa semata dengan negosiasi internasional atau kawasan. Di dalam negeri sendiri harus terpadu langkahnya menuju reformasi kebijakan pangan. Sejumlah hal berikut belum tertangani. Peter Timmer (2004) menunjukkan bahwa produksi akan sulit ditingkatkan dalam jumlah signifikan, karena tak ada temuan baru di bidang teknologi pertanian.

Selain itu, lahan pertanian makin sempit dan sebenarnya sulit memberi insentif pada petani karena insentif mereka berarti pula kerugian bagi konsumen.Maklum, konsumennya pun masih tergolong sama tidak mampunya dengan petani. Di lain pihak, sejumlah negara mengambil strategi sewa lahan di luar negeri untuk menanam produk pertanian dan hasilnya bulat-bulat dibawa kembali ke tanah airnya.

China disinyalir sudah melakukan ini di Indonesia, dengan skema sewa lahan di Papua bernilai USD1 juta. China juga melakukan hal sama di kawasan Afrika dan Amerika Latin, India, Arab Saudi, Kuwait, Australia juga melakukan hal serupa. Yang payah justru bahwa Indonesia membiarkan sistem sewa lahan dan angkut hasil tadi dimulai di sini.

Padahal di sisi lain, ada target yang ditetapkan di 2010 untuk memperluas lahan pertanian hingga 670 ribu hektare (ha) pada 2014. Apa artinya pembebasan lahan itu jika akhirnya justru menguntungkan pihak asing?

Apakah elok bila menyewakan lahan bulat-bulat kepada asing, sementara di dalam negeri sendiri kebutuhan minus dan di luar negeri pasokan makin langka? Lalu, apakah realistis mendorong perluasan lahan pertanian tapi basis petani dan instrumen pendukung pertanian modern justru belum digarap?

Susutnya lahan pertanian juga didorong oleh perluasan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Di Sulawesi Selatan misalnya, Walhi mencatat konversi lahan pangan tiap tahun mencapai delapan persen, sementara areal pertanian baru melalui program cetak sawah hanya sekira lima persen per tahun.

Prof Dr Wayan Windia dari Universitas Udayana Bali menyoroti problem sistem pajak bumi dan bangunan yang secara sistematis mendorong petani untuk menjual tanahnya, karena pajak semakin tinggi, sementara penghasilan mereka tak menentu.

Dari aspek lingkungan hidup, kita belum bicara tentang desakan global untuk ramah terhadap bumi dan pekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Ketika tren mengarah pada promosi bahan bakar biofuel, kecenderungan kita sekadar mengekor, padahal proyek itu butuh pasokan pangan besar untuk dijadikan bahan bakar.

Demikian pula menghadapi kampanye green jobs dari negara maju, kita justru belum memayungi pekerja di sektor pertanian dan kehutanan. Jadi bicara pangan, kita harus makin realistis dan berperspektif jangka panjang.

DINNA WISNU

Direktur Pascasarjana Bidang Diplomasi, Universitas Paramadina 

(ade)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.