Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Ekonomi 6,5%

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Jum'at, 05 Agustus 2011 |11:50 WIB
Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Ekonomi 6,5%
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2011 tercatat sebesar 6,5 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa sebesar 57,7 persen.

Dalam data yang dirilis oleh BPS tercatat struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan II-2011 terjadi penurunan dominasi 0,2 persen dibandingkan triwulan pertama 2011 dan 0,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,5 persen, pulau Kalimantan 9,5 persen, pulau Sulawesi 4,7 persen dan sisanya 4,6 persen di pulau-pulau lainnya," tutur Kepala BPS Rusman Heriawan, di kantor pusat BPS, Jalan Pasar Baru, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Adapun provinsi yang memberikan sumbangan terbesar di pulau Jawa adalah DKI Jakarta 16,2 persen, Jawa Timur 14,8 persen, Jawa Barat 14,3 persen dan Jawa Tengah 8,4 persen, sedangkan di Sulau Sumatera tiga provinsi terbesar adalah Riau 6,6 persen, Sumatera Utara 5,3 persen, dan Sumatera Selatan 3,1 persen.

Sedangkan provinsi penyumbang terbesar di Pulau Kalimantan adalah Kalimantan Timur seesar 6,4 persen, sementara untuk Pulau Sulawesi adalah Sulawesi Selatan sebesar 2,4 persen.

Berikut adalah peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional:

1. Sumatera sebesar 23,5 persen.
2. Jawa sebesar 57,7 persen.
3. Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,5 persen.
4. Kalimantan sebesar 9,5 persen.
5. Sulawesi sebesar 4,7 persen.
6. Maluku dan Papua sebesar 2,1 persen.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement