BALIKPAPAN - Sebanyak 265 PDAM di seluruh Indonesia hingga kini status kinerja masih belum sehat. Sedangkan 134 PDAM baru dinyatakan sehat.
Direktur Pengawasan BUMD BPKP Arzul Andaliza mengungkapkan dari 402 PDAM yang diaudit BPKP, sebanyak 265 PDAM dinyatakan tidak sehat, sedangkan sebanyak 134 PDAM dinyatakan sehat.
Hal ini diungkapkan Direktur Pengawasan BUMD BPKP Arzul Andaliza, di sela-sela sosialisasi bimbingan teknis penyusunan laporan standar akuntasi keuangan entitas tanpa akuntablitas publik (etap) di Balikpapan, Kamis (20/10/2011).
"Memang rata-rata hasil audit menunjukan seperti itu. Masih banyak yang belum memenuhi empat kriteria yakni aspek operasional, keuangan, pelayanan dan administrasi. Karena memang tiap tahun kita melakukan audit," ungkapnya.
Namun tidak berarti PDAM yang dinyatakan sehat tidak memiliki utang khususnya PDAM di Kaltim. "Yah, beberapa memang masih menyisakan utang, tapi sudah memenuhi empat kriteria saat di audit. Jadi yang kita lihat memang kinerjanya," paparnya.
Keuntungan bagi PDAM yang dikatakan sehat, yakni investor tidak akan segan dalam melakukan kerja sama investasi dalam pengembangan PDAM. Investor tidak akan ragu, untuk bekerja sama jika memang PDAM itu sudah dinyatakan sehat. "Itu tentunya salah satu sisi positif bagi PDAM yang sehat," tandasnya.
PDAM yang dinyatakan tidak sehat, karena sistem pelaporan, baik operasional, keuangan pelayanan dan administasi belum memenuhi standard yang ditetapkan termasuk belum memiliki akuntanbilitas publik. Sementara itu di Kaltim dari 13 perusahaan air minum daerah , Sembilan diantaranya sudah dinyatakan sehat sementara tiga PDAM belum sehat.
"Kami berharap PDAM lainnya yang belum sehat bisa perbaiki kinerja perusahaan menjadi lebih sehat," ujar Ketua DPD Persatuan Perusahaan Air Minum provinsi Kaltim (Perpamsi ) Kaltim Alimuddin, pada kesempatan yang sama.
Sembilan PDAM yang dinyatakan sehat itu di antaranya, Kota Balikpapan, Samarinda, Tarakan, dan Bontang, Berau, Malinau, Nunukan, Bulungan, Tengarong. "Kalau PDAM Kutai Kertanegara saat ini masih dalam proses audit," terangnya.
Tiga di antaranya dikategorikan tidak sehat yakni PDAM Kutai Barat, Kutai Timur dan Penajam Paser Utara. "Kalau PDAM Kutai Timur masih dalam proses transisi penyerahan aset," kata Alimuddin.
Alimuddin yang juga Dirut PDAM Samarinda mengatakan kendala yang dihadapi PDAM di Kaltim selain soal aset juga terkait dengan penyediaan air baku. Alternatif sumber-sumber air baku tidak dapat langsung dimanfaatkan tapi harus dilakukan pengolahan lebih dulu. "Selain itu kita juga terbatas dalam pengadaan air baku," imbuhnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.