Share

Minta Bantuan PDAM, Perum Jasa Tirta II Targetkan Pendapatan Rp1 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 12 Mei 2017 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 12 320 1689447 minta-bantuan-pdam-perum-jasa-tirta-ii-targetkan-pendapatan-rp1-triliun-7FGwPULSzz.jpg Direksi Jasa Tirta. (Foto: ANT)

JAKARTA - Perum Jasa Tirta II (PJT II) tahun ini menargetkan pendapatan di atas Rp1 triliun dengan laba bersih diperkirakan mencapai Rp250 miliar. Untuk mencapai target tersebut, PJT II melakukan sejumlah strategi pengembangan usaha, di antaranya dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk mengelola air bersih siap pakai.

”Kami juga akan membangun sejumlah pembangkit listrik, termasuk mengembangkan pariwisata,” ujar Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro di Jakarta.

Dia menambahkan, sepanjang 2016 PJT II berhasil mencatatkan kinerja positif dengan membukukan pendapatan Rp750 miliar. Selain itu, PJT II juga mampu mencetak laba Rp170 miliar. Capaian ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan 2015.

Kinerja PJT II bersamaan dengan kemampuan perusahaan dalam membantu produksi pangan petani serta menopang pasokan listrik bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

”Pertama kalinya kami mendapat predikat AAA. Ini hasil yang luar biasa bahwa kami sebagai perusahaan pengelolaan air, di mana 90% air yang kami kelola untuk irigasi dan bersifat sosial dan hanya 10% yang kami kelola untuk usaha,” ujarnya.

Dari jumlah pendapatan dan laba tersebut, sekira 60% dihasilkan dari lini usaha pembangkit listrik, sisanya dari usaha lain seperti pengelolaan air bersih maupun pariwisata. Menurut Djoko, kenaikan pendapatan dan laba dicapai PJT II setelah melakukan efisiensi dari berbagai sisi.

”Kami juga mengalokasikan beban kegiatan operasi dan pemeliharaan untuk fasilitas-fasilitas sumber daya air yang kami kelola lebih baik dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Direktur I PJT II Sumiana Sukandar mengatakan, kinerja PJT II 2016 didukung besarnya curah hujan di wilayah sebagian Jawa Barat sehingga waduk yang dikelola bisa maksimal, termasuk dalam memproduksi listrik.

”Sampai hari ini kondisi air sangat bagus, bahkan pada Mei yang teorinya masuk musim kering justru air di Jatiluhur full sehingga produksi listrik kami bisa maksimum. Pengelolaan air inilah yang dimaksimalkan,” tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini