Share

Penghapusan Utang PDAM Rp3,9 Triliun Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 18 Oktober 2016 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 18 320 1517953 penghapusan-utang-pdam-rp3-9-triliun-ditargetkan-selesai-tahun-ini-eeQDN87NDf.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Ditjen Cipta Karya tengah menyiapkan dana hibah pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk penghapusan utang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebesar Rp3,9 Triliun. Penyaluran dana hibah tersebut rencananya akan selesai pada akhir tahun 2016.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sebelumnya mengatakan, penghapusan utang PDAM tersebut dilakukan agar kinerja PDAM lebih baik sehingga target 10 juta sambungan perpipaan di seluruh Indonesia bisa terwujud tahun 2019.

Sementara itu Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Ditjen Cipta Karya Mochammad Natsir mengaku, perjanjian penyaluran hibah dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kabupaten/Kota sudah ditandatangani.

"Saat ini (dana) APBNP sudah ada," ujar Natsir dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Menurutnya dana APBNP tersebut akan disalurkan ke APBDP dan kemudian menjadi penyertaan modal daerah di PDAM. Penghapusan hutang ini memang hanya perpindahan buku saja, namun dengan dihapusnya hutang maka pembukuan PDAM menjadi positif. Dengan demikian PDAM berkesempatan mendapat mengakses sumber pembiayaan lainnya.

Untuk bisa mendapatkan penghapusan hutang, PDAM harus membuat business plan terkait langkah apa yang akan diambil oleh PDAM setelah permasalahan hutang mereka selesai.

"Business plan-nya terdiri dari rencana bisnis, langkah mengurangi kehilangan air, penambahan kapasitasnya layanan dan rencana penyesuaian tarif," tambah Natsir.

Terkait kebutuhan penyesuaian tarif, ia menyatakan PDAM akan terus merugi jika tarif lama tidak disesuaikan, sehingga tidak bisa menutupi biaya produksi. "Perhitungan tarif ini bisa sebesar empat persen dari pendapatan keluarga dalam sebulan. Misalnya, kita menggunakan UMR Rp2,5 juta. Mestinya dengan empat persen masyarakat bisa mengeluarkan Rp100.000 untuk air. Sehingga tarif PDAM bisa sebesar Rp5.000 per meter kubik," terangnya.

Natsir menyebutkan, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi hutang PDAM adalah dengan menambah sambungan rumah (SR). Ia mengatakan menurut statistik jika pelanggan PDAM di bawah 10.000 SR bisa menyebabkan PDAM tidak sehat. Sehingga, dengan menambah SR, maka skala bisnis PDAM bisa lebih besar. Kedua, menurunkan tingkat kehilangan air seperti pencurian air dan pelanggan tidak membayar PDAM.

"Hal tersebut masih banyak di daerah. Sehingga, jika ditertibkan, maka efisiensi bisa lebih meningkat. Saya yakin tarif DPAM tidak harus naik banyak, jika kehilangan air ditangani dan menambah SR. Itu yang kami harapkan bisa meningkatkan kesehatan PDAM," tandasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini