Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Infrastruktur Angkat Pertumbuhan Ekonomi ke Angka 7%

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Selasa, 22 November 2011 |14:33 WIB
Infrastruktur Angkat Pertumbuhan Ekonomi ke Angka 7%
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi dapat mencapai tujuh persen bila proyek infrastruktur dapat berjalan dengan lancar.

Ditemui dalam acara HSBC Economi Outlook 2012 di Hotel Ritz Carlton, Pacifif Place, Jakarta, Selasa (22/11/2011), Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Avialiani menuturkan, jika kebutuhan proyek infrastruktur dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sekira Rp5.400 triliun bisa tersalurkan, maka bukan tidak mungkin pertumbuhan perekonomian Indonesia bisa tumbuh di atas tujuh persen.

"Kalau kita bisa mentransfer capital inflow yang masuk ke pasar modal menuju sektor rill, di mana dalam proyek MP3EI untuk infrastruktur saja kita butuh Rp1.400 triliun, kebutuhan proyek itu hanya untuk proyek MP3EI saja dan sisanya yang Rp4 ribu triliun untuk membiayai 22 bidang ekonomi lainnya. Maka, bukan tidak mungkin pertumbuhan perekonomian kita bisa tumbuh di atas tujuh persen," tutur dia.

Menurutnya, dengan realisasi penyerapan sekira Rp500 triliun-Rp1.000 triliun, maka pertumbuhan perekonomian Indonesia dapat meningkat hingga tujuh persen. Namun, untuk mewujudkan itu semua, banyak kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang harus diperbaiki.

"Misalnya kalau ada masalah tanah didaerah yang ingin bangun infrastruktur itu harus diputus entah itu dari segi harganya atau yang lainnya. Nah itu yang belum dilakukan. Jadi menurut saya kalau 2012 kita bisa memanfaatkan momen itu, pertumbuhan ekonomi kita bisa tumbuh di atas tujuh persen," pungkasnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement