Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyelewengan Pupuk Bersubsidi Bikin Petani Sengsara

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Selasa, 27 Desember 2011 |13:45 WIB
Penyelewengan Pupuk Bersubsidi Bikin Petani Sengsara
Ilustrasi
A
A
A

DEPOK - Menteri Pertanian Suswono bersama jajaran Polres Depok merilis penyelewengan pupuk bersubsidi kelas kakap mencapai seribu ton. Penyelewengan pupuk tersebut bahkan dilindungi oleh oknum TNI di Sukabumi.

Modus yang digunakan oleh para agen nakal pupuk bersubsidi yakni dengan mengganti karung pupuk bersubsidi dengan karung pupuk nonsubsidi. Tentu mereka mendapatkan keuntungan dua per tiga yakni dari harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubdsidi Rp1.600 menjadi HET pupuk nonsubsidi Rp4.800.

Kejadian berawal saat Polsek Cimanggis Depok menyita lima truk pupuk bersubsidi asal Sukabumi yang melintas tol pada 23 Oktober 2011 pukul 03.00 WIB. Sedikitnya terdapat 300 ton per hari pupuk ilegal tersebut keluar dari Campang, Sukabumi.

Di karung pupuk tersebut tertulis PT Pupuk Kujang dan disinyalir karung pun ikut dipalsukan. Suswono menilai ulah para pelaku sudah menyengsarakan petani yang kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.

“Ini unik karena kinerja mereka terorganisir, dan ada oknum TNI yang terlibat, mereka menyengsarakan nasib petani karena itu harus diproses hukum, kami Kementan justru menjadi korban, karena kami sudah berikan subsidi ke petani, karena diselewengkan jadi mereka sulit dapat pupuk,” tegasnya kepada wartawan di Polsek Cimanggis, Depok, Selasa (27/12/11).

Suswono menambahkan oknum-oknum TNI ini sudah diamankan di DenPOM TNI Sukabumi. Sementara kasusnya kini sudah lengkap atau P21 di Kejaksaan Negeri Depok. "Mereka ini juga menyalurkan ke daerah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi, dan ternyata sudah tiga tahun beroperasi, gudangnya ada di Sunda Kelapa Tanjung Priok,” tegasnya.

Sementara itu Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni memastikan pihaknya telah menangkap dua pelaku sementara dua pelaku lainnya masih buron. Total seluruh pupuk yang disita lebih dari tangan tersangka sebanyak seribu ton.

“Kami tangkap dua yakni CS dan DD, mereka perannya penerima barang dan penjaga gudang, lalu yang buron RK dan JN sebagai pemodal dan orang lapangan, masih terus kita kembangkan,” tandas Mulyadi.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement