JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengakui bila kenaikan harga pertamax periode 15 Januari 2012 bukan karena imbas faktor global karena perseteruan Iran dan di Nigeria.
"Kenaikan harga yang telah ditetapkan akan berubah setiap saat, tergantung mekanisme pasar," tutur Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun ketika dihubungi okezone di Jakarta, Senin (16/1/2011).
Kenaikan harga pertamax tercatat hanya sebesar Rp100 hingga Rp200 per liter di seluruh daerah. Adapun pertamax plus di Jakarta mengalami kenaikan harga dari Rp8.750 menjadi Rp8.850. Begitu pula dengan pertamax maupun biopertamax dari harga Rp8.350 menjadi Rp8.500 per liternya.
"Kenaikan ini terhitung sejak 15 Januari 2012, dan sudah ditetapkan akan mengalami peubahan setiap dua minggu sekali," tambah Harun.
Selain itu, bagi pengguna Vi-gas terjadi penurunan harga hingga Rp2.000, di mana untuk harga Vi-Gas per 13 Januari 2012 mengalami penurunan harga menjadi Rp3.600 per liter dari sebelumnya Rp5.600 per liter.
Di sisi lain, apabila dikaitkan dengan masalah Nigeria yang mengancam menghentikan produksi minyak mentahnya terhadap Amerika Serikat (AS), hal ini bukan lah faktor utama pemicu terjadinya kenaikan harga pertamax.
Seperti diberitakan sebelumnya, ancaman datang dari pemimpin-pemimpin negara besar yang membeli minyak asal Iran seperti China, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel), yang beralternatif mengambil pasokan sementara dari Timur Tengah akibat tekanan negara-negara Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan impor minyak dari Republik Islam.
Harga minyak mentah Brent pun langsung naik ke USD111 pada Senin waktu setempat usai khawatir atas gangguan pasokan setelah Iran memperingatkan tetangga di Teluk Arab.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.