JAKARTA - Pemerintah mengatakan saat ini masih wait and see terkait penerbitan Euro Bond. Hal ini dikatakan karena ketakutan pemerintah kalau penerbitan Euro Bond tidak akan laku di sana.
"Kita belum pernah menetapkan itu sebagai program, jadi wait and see saja. Sementara untuk global pasar di Amerika Serikat (AS) karena lebih likuid," ungkap Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto ketika ditemui di di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (16/1/2012).
Sementara untuk obligasi berdenominasi yen atau yang kerap disebut Samurai Bond, juga masih menunggu kepastian. Pasalnya, investor Jepang meminta bond dengan status investment grade.
"Kita wait and see, kalau kita investment grade ada rating agency lagi yang menaikkan mungkin bisa cepat saja ke Jepang, karena investor Jepang kan mintanya investment grade," pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah menargetkan utang sebesar Rp250 triliun di 2012. Adapun utang tersebut, diperoleh dari Surat Berharga Negara (SBN), Surat Berharga Syariah (Sukuk) dan lain-lain, termasuk Samurai Bond di dalamnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.