SOLO - Kenaikan harga komoditas barang strategis yang belakangan ini terjadi di kota Solo dan sekitarnya salah satunya dipengaruhi oleh faktor musim, di antaranya semakin tingginya intensitas curah hujan yang berpengaruh terhadap kelancaran distribusi barang.
Demikian disampaikan Ketua Tim Teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Solo Joko Pangarso saat ditemui di Balaikota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/1/2012).
"Harga-harga komoditas strategis di kota Solo pada Januari 2012 memang sedikit naik, tetapi tidak terlalu signifikan. Salah satu penyebabnya adalah tingginya intensitas curah hujan," jelasnya.
Komoditas yang harganya naik pada Januari 2012, menurut Ketua Tim Teknis TPID kota Solo, di antaranya adalah beras, daging sapi, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, ikan, sandang, rokok, besi, cat, keramik, dan upah tukang.
"Kenaikan harga tersebut masih dalam batas aman dan stok komoditas-komoditas strategis di kota Solo tersedia dalam jumlah yang cukup. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan terjadi kelangkaan barang," jelas Joko.
Selain itu, menurutnya, masih terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga. Di antaranya adalah emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, sayur-sayuran, buah-buahan, komputer dan handphone.
"Sedangkan komoditas yang lain harganya relatif stabil,” kata Joko singkat.
Dengan perkembangan tersebut, menurut Ketua Tim Teknis TPID kota Solo, Solo pada Januari 2012 diperkirakan mengalami inflasi tipis. Sehingga inflasi secara year on year pada Januari 2012 diperkirakan masih on the track dengan sasaran inflasi nasional yang sebesar 4,5 persen plus minus satu persen.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.