JAKARTA - Penolakan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai menjadi pintu masuk impor mendapatkan dukungan Kementerian Perdagangan. Pasalnya, hal ini bisa mencegah penyakit berbahaya masuk ke Indonesia melalui jalur ini.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menjelaskan, pembatasan barang-barang ini adalah salah satu cara untuk melarang masuknya barang yang mengandung bahan yang tidak menguntungkan.
"Dan ini dengan kejadian dibuktikan penemuan dan kejadian penyakit yang ada di benua dan kita harus hati-hati yang kita makan, jaminan apa barang itu mengandung suatu yang tidak diinginkan, supaya tidak mengandung hal yang kurang baik. Itu dari semangat beliau," ungkap Gita ketika ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Untuk itu, Gita mengatakan, penutupan yang dicanangkan Gubernur Jawa Timur (Jatim) ini akan dipelajari terus, dan selama itu bertujuan baik, Gita berjanji akan mendukungnya.
"Pada intinya saya merangkul semangat Kementan. Ke depan tentunya kita harus tetap memperhatikan semangat karantina yang baik. Selama itu baik tentunya tidak ada alasan untuk terbuka," tambahnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, ditutupnya atau ditolaknya pelabuhan Tanjung Perak ini sebagai pintu pelabuhan impor tidak akan terjadi kalau sistem karantina di Indonesia sudah benar.
"Namun sistem karantina kita belum baik, belum optimal kerjanya untuk mengetahui seberapa aman barang impor yang masuk, jadi sudah fokus kita ke depannya sistem karantina kita disempurnakan lagi," pungkasnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.