Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stagnan, Rupiah Belum Sentuh Rp9.000/USD

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Senin, 06 Februari 2012 |16:11 WIB
  Stagnan, Rupiah Belum Sentuh Rp9.000/USD
Ilustrasi. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini bergerak stagnan di kisaran Rp8.900 per USD.

Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Senin (6/2/2012), rupiah diperdagangkan di kisaran Rp8.988 per USD dengan kisaran perdagangan Rp8.943-Rp9.033 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah berada di kisaran Rp8.995 per USD, dengan range perdagangan Rp8.965-Rp8.995 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengungkapkan, pasar Asia kemungkinan bergerak positif merespons turunnya angka pengangguran di AS. Dari dalam negeri, rencana lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif sebesar Rp8 triliun, bisa membantu penguatan rupiah.

Sementara analis valuta asing Rahadyo Anggoro mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih bergerak stabil pada perdagangan awal pekan ini. "Indikator pergerakan pasar uang dalam negeri masih dari regional. Masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap penanganan krisis utang mendorong pelaku pasar uang memegang dolar AS," katanya.

Terkait dengan kondisi eksternal, dia mengatakan jika pada pekan ini pejabat negara kawasan Eropa mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) terkait penanganan masalah utang Yunani.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan di Indonesia melakukan transaksinya menggunakan dolar AS, kondisi itu menjadi salah satu nilai tukar domestik tertekan.

Meskipun kondisinya seperti itu, nilai tukar rupiah yang berada di posisi Rp8.980 per dolar AS masih dinilai stabil bagi pelaku pasar dan pelaku usaha di dalam negeri. "Posisi saat ini rupiah masih stabil bagi eksportir dan importir. Selain itu BI masih menjaga nilai tukar agar tetatp stabil," tandasnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement