SOLO - Dalam tiga hari ini, harga telur ayam di kota Solo dan sekitarnya telah menembus harga Rp16.000 per kilogram. Padahal sekitar tiga minggu lalu sempat turun drastic dari Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogram.
“Sejak sekitar 10 hari lalu, harga telur ayam memang mulai merangkak naik. Tetapi mulai melonjak tajam sekitar tiga hari lalu. Dari Rp14.800 menjadi Rp15.700 per kilogram saya kulak. Dan saya jual lagi kepada konsumen dengan harga Rp16.000 per kilogram,” ungkap Mbak Sum, pedagang telur ayam di kawasan Pasar Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (15/2/2012).
Menurut dia, stok di distributor telur ayam memang mulai menipis. Dirinya yang biasanya bisa mengambil lima hingga 10 kotak, tiap kotak berisi 15 kilogram, kini mulai dibatasi hanya bisa mengambil tiga kota saja.
Hal hampir senada diungkapkan Harjono, pedagang besar telur ayam di kawasan Pasar Legi Solo. Dia mengatakan bahwa pasokan telur ayam memang agak tersendat.
“Hukum pasar pun berlaku. Barang sedikit, yang minta banyak. Apaboleh buat, terpaksa menaikkan harga. Jika seminggu lalu, per kotak masih Rp214.000, kini memang sudah Rp227.000. Mudah-mudahan tidak bertahan lama,” ungkapnya.
Tetapi bagaimanapun, ungkap kedua pedagang telur ayam dan juga pedagang telur ayam yang lain, harga telur ayam fluktuatif. “Naik turunnya memang cukup cepat. Bahkan kadang-kadang cukup tajam. Salah satunya memang dipengaruhi oleh stok,” jelas Harjono.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.