Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Penyerapan anggaran yang diterapkan oleh pemerintah dinilai belum berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pasalnya belanja pemerintah selama semester awal ini didominasi oleh gaji.
Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menjelaskan, penyerapan anggaran pemerintah selama satu semester awal hanya didominasi oleh pembayaran gaji dan biaya oprasional, sehingga sangat sedikit penyerapan anggaran yang memiliki manfaat langsung untuk masyarakat.
"Pemerintah belum memiliki pola penyerapan anggaran yang proporsional," ungkapnya kala ditemui dalam acara Lokakarya Aparat Pengawasan Intern Pemerintah, di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Menurutnya, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang terus berusaha untuk dibenahi. "Hasil maksimal belum tercapai dan perlu terus untuk diperbaiki," tambah dia.
Selain itu, perbaikan yang signifikan harus menghasilkan output kelancaran proses bisnis dan kemudahan pelayanan untuk masyarakat.
Agus menambahkan, reformasi dalam keuangan juga berupaya meningkatkan penerimaan negara dalam bidang pajak. Sehingga diharapkan kepatuhan wajib pajak meningkat.
"Dalam penerimaan APBN, tax ratio masih rendah. Maka perlu meningkatkan kepatuhan pembayaran perpajakan termasuk PNBP dan pembayaran dari bendahara negara," pungkasnya. (mrt) (rhs)