JAKARTA - Kepercayaan investor akan permasalahan utang di Eropa nampaknya belum terbangun, investor sendiri lebih memilih dolar Amerika Serikat (AS) sebagai investasi. Hasilnya, pada perdagangan hari ini rupiah kembali melemah tipis.
Mengutip reuters, Rabu (22/2/2012), rupiah diperdagangkan di Rp9.055 per USD, dengan kisaran perdagangan harian Rp9.040-Rp9.060 per USD. Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah diperdagangkan di Rp9.059 per USD, dengan range perdagangan Rp9.014-Rp9.104 per USD.
Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan, sentimen pasar Eropa negatif merespon persetujuan bailout untuk Yunani, tetapi pasar AS ditutup naik. Sentimen positif dari AS sendiri, dirasa lebih kuat menjalar ke pasar Asia hari ini, sehingga rupiah masih melemah.
Analis valuta asing Reza Priambada, mengatakan rupiah masih belum banyak bergerak akibat keraguan investor terhadap hasil pertemuan Yunani.
Dalam pertemuan Eropa tersebut, memang menyetujui pemberian dana bailout kepada Yunani sebesar 130 miliar euro. Namun, adanya keraguan tren positif dapat bertahan membuat investor menahan diri untuk bertransaksi. "Kalau disetujui kenapa lama, mereke (investor) berfikir jangan-jangan setelah ini ada berita negatif," kata dia. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.