Dahlan Iskan : Untuk Apa Subsidi BBM Rp200 Triliun?

Genta Wahyu - Okezone
Minggu, 26 Februari 2012 11:09 wib
Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: okezone)
Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: okezone)
SOLO - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menyatakan bahwa untuk apa subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai Rp200 triliun? Menurutnya, lebih baik uang sebesar itu untuk membangun jalan tol atau jembatan, pelabuhan atau bandara.

"Padahal subsidi itu hanya dinikmati para pemilik mobil atau sepeda motor. Kan kasihan mereka yang tidak memiliki, tidak menikmati. Sehingga tekanan untuk menaikkan harga BBM sungguh luar biasa,” ungkap Dahlan Iskan di depan civitas akademika Universitas Sebelas Maret, di Solo, Jawa Tengah.

Lebih lanjut Menteri Negara BUMN mengaku bahwa setiap dirinya menyampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), maka Presiden mengatakan bahwa teori ekonominya memang begitu. “Saya kemudian disuruh melihat data statistik yang mengungkapkan setiap kali harga BBM dinaikkan maka selalu jumlah orang miskin bertambah,” ungkapnya.

Itulah, katanya lagi, yang membuat presiden terus memikirkan hal itu. Sehingga seandainya harga BBM terpaksa dinaikkan, tidak terulang lagi jumlah orang miskin juga turut bertambah.

“Itulah kenapa sekarang ini sedang dicari formula bagaimana harga BBM terpaksa naik tetapi jumlah orang miskinnya tidak bertambah. Saat ini memang sedang didiskusikan hal itu,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah berencana membatalkan pembatasan dan mengalihkan kebijakan tersebut menjadi kenaikan harga BBM.

Perubahan tersebut, rencananya dimasukkan dalam rancangan perubahan APBN 2012 yang akan diajukan bulan ini ke DPR. Hal itu sejalan dengan terbitnya Peraturan Presiden No.15/2012 tentang Penetapan Harga Jual Eceran BBM bersubsidi.

Kenaikan BBM ini tidak bisa dihindari karena minyak dunia mengalami kenaikan dan itu mempengaruhi terhadap harga BBM di Indonesia.

Solusinya, dapat diatasi dengan mengurangi subsidi dan menaikkan BBM. Namun, pemerintah juga akan memberikan kompensasi terhadap rakyat dengan bantuan yang masih dibahas bentuknya untuk meringankan beban rakyat. (wdi)
  • Ayub Paulus » 0 Tanggapan
    Hari ini saya baca jawapos,di situ Bung DI menuliskan gagasanya tentang gagasan brilianya kita di ajak meninggalkan Bbm dan beralih ke listrik yg ramah lingkungan...tentu gagasan ini tdk semudah memBalikan tangan,tapi izinkan saya mengusulkan seSuatu untuk jangka pendek yg bisa segera dilakukan...Gimana kalau pembangunan Double Track kereta apai dari surabaya ke merak banten segera direalisasikan,dan kapal fery yg bisa membawa ratusan kendaraan besar di perbanyak,agar angkutan darat khususnya dg muatana di atas 10 ton,bisa menggunakan dua moda angkutan ini,artinya truk yg masih melanjutkan perjalanan stlh tiba dipelabuhan bisa naik ke kapal ferry dan angkutan barang ke jakarta yg tdk perlu diangkut dg kendaraan besar menggunakan kereta api barang,kalau ini bisa dilakukan,kita akan berhemat luar bisa,dan untuk menghidari kebangkrutan pengusaha angkutan truk,kemen BUMN bisa membuat sebuah perusahaan konsorsium spt trans jakarta (bus way),sehingga semua pengusaha truk angkutan memiliki saham pada kedua moda angkutan tsbt,kalau ini terjadi...maka jalan trans pulau j**a akan jarang rusak,dan jelas akan menghemat anggaran,dari pada buat tambal sulam jalan rusak tiap tahun,mending dibuat jalan tol yg terintegrasi antara satu kab/ kota dg kab/kota berikutnya...sehingga jakarta - surabaya bisa kita tempuh hanya dlm waktu 5-6 jam saja,tdk spt sekarang,lantas kemudian secara perlahan namun pasti,pemerintah membuat aturan atau semacam regulasi tentang penggunaan bahan bakar ramah lingkungan spt Bbg,listrik dan biofuel lainya,bagi yg kendaraanya memakai bahan bakar tsbt,akan mendapat insentif semisal keringanan pajak,penghapusan pajak progresif...dan ini saya rasa lebih bisa cepat di relaisasikan ketimbang opsi2 lain...karna penggunaan bbm terbesar dan terbanyak itu adanya di pulau jawa,kalau pulau j**a bisa menerapkan,maka daerah lain pasti akan mengikutinya...jadi jangan kita memberi subsidi yg tdk tepat sasaran....kalau mau subsidi itu angkutan umum spt yg saya sebutkan di atas,dan akan lebih bermanfaat...semoga usulan saya ini bisa di baca oleh para pemangku kepentingan khususnya yg berkaitan dengan subsudi bbm...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • faisal » 0 Tanggapan
    setuju sekali dana bbm 200triliun lenyap tak berbekas....hahaha lebih baik naikkan aja bbm jadi 6.000 rupiah dan dana subsidi 200 triliun buat menambah gerbong K.A.,menyelesaikan rel ganda,ganti semua armada buskota dengan BBG/listrik dan turunkan tarif,buat industri otomotif mesin listrik skala nasional....maka setahun kemudian harga bisa kembali ke 5.000 rupiah dan udara kota jakara sudah bersih,penumpang kereta nggak naik ke atas,jalan raya nggak macet,motor2 listrik dominan,kereta jadi transportasi utama menggantikan truk dan bus besar
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Riko » 0 Tanggapan
    saya juga lebih sepakat BBM ditarik, selain pemerintah juga menyiapkan percepatan konversi BBM ke BBG, dana 200T hasil penarikan terhadap subsidi dapat digunakan untuk pembangunan. tapi pembangunan yang efektif dan dapat meningkatkan pembangunan khususnya dibidang ekonomi masyarakat.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yogi » 1 Tanggapan
    Kompensasi bagi rakyat yang tidak beruntung tidak mendidik.mungkin data statistik menunjukkan bawa angka kemiskinan turun..Solusinya,,terapkan zakat pada kehidupan berbangsa..
    • niko
      yupz.... s7 banget tuh.. prinsip2 agama i***m d jalankan dengan benar.. maka manusia akan makmur sejahtera
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ryan » 0 Tanggapan
    saya setuju opini pak dahlan, dan menurut saya subsidi bbm tdak berpengaruh signifikan terhadap penurunan penduduk miskin akibat banyak salah sasaran yg mendapatkannya. walaupun kita tahu berapa pentingnya peran bbm sekarang trhadap masyarakat modern. jadi formula yg tepat bagi saya dengan menggunakan dana 200 triliun, (1) menyehatkan PLN dan PDAM dalam utang agar dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga PLN dan PDAM tdk perlu lagi menaikkan harga dasarnya untuk menutupi defisit pendapatannya, (2) meningkatkan ketahanan nasional, ini tujuan agar dapat mengurangi impor trhadap barang pokok, (3) dan membantu kekuatan modal para UKM yg berpotensi dapat meningkatkan usahanya menjadi skala besar, ini diharapkan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta mendorong mengembangkan sektor industri nasional, di mana kita ketahui dlm teori ekonomi sektor industri merupakan sektor yg returnnya lebih besar dr sektor ekonomi lainnya. itu laa saran saya, walaupun hasilnya baru akan di rasakan dlm jangka panjang, dr pada jangka pendek untuk menekan kemiskinan yg memberi dampak buruk dalam perekonomian nasional.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit