BBM Naik, UKM Kalah Saing dengan Produk Impor

Selasa, 06 Maret 2012 15:47 wib | Martin Bagya Kertiyasa - Okezone

Ilustrasi. Corbis. Ilustrasi. Corbis. JAKARTA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tentunya akan memberikan efek domino pada kenaikan harga barang. Dengan kenaikan tersebut, maka cost of production industri akan semakin meningkat.

Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengungkapkan, dengan meningkatnya cost transportasi, maka ongkos produksi industri manufaktur akan menyesuaikan. Imbasnya, Usaha Kecil Menengah (UKM) akan sulit bersaing dengan produk impor.

"Jadi ini dilematis sekali (kenaikan BBM), karena cost produksi meningkat UKM harus bersaing dengan barang impor yang murah," ungkap Sofyan kala dihubungi okezone Selasa (6/3/2012).

Menurutnya, jika cost produksi semakin tinggi, maka UKM harus menaikkan harga barang, namun jika terlalu tinggi maka UKM tersebut mungkin saja akan kehilangan pelanggannya. "Terlalu banyak (naik) UKM kita mati," singkatnya.

Menurutnya, diperlukan insentif tambahan bagi para UKM tersebut atau paling tidak pengecualian. "UKM bisa dibantu dengan tidak menaikkan listik," tegas dia.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikkan harga BBM jenis premium dan solar dalam rangka menjaga keuangan negara. Adapun kenaikan tersebut, akan berada pada angka Rp1.500 per liter, dengan demikian premium akan diperdagangkan pada Rp6.000 per liter.

Namun, kebijakan tersebut belum dapat dilakukan. Pasalnya, dalam UU APBN 2012, tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi. Karenanya pemerintah bersama DPR tengah membahas APBN Perubahan guna memastikan payung hukum bagi kenaikan harga BBM. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป