Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelemahan Rupiah Berpotensi Katrol Ekspor RI

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Jum'at, 01 Juni 2012 |14:58 WIB
 Pelemahan Rupiah Berpotensi Katrol Ekspor RI
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
A
A
A

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan berdampak pada kenaikan nilai ekspor Indonesia. Pasalnya, para eksportir memakai dolar AS sebagai acuan dagang mereka.

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Statistik Harga BPS Sasmito Hadi Wibowo. Namun risikonya, harga barang-barang impor akan mendadak tinggi. "Tapi itu bagus juga untuk mengurangi impor. Misalnya jeruk China akan naik harganya, maka kita akan memilih jeruk lokal," ungkapnya kala ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/6/2012)

Padahal, lanjut Sasmito, untuk barang impor ke Indonesia masih didominasi oleh barang baku dan barang konsumsi. "Kalau dalam komponen impor kita tujuh persen dalam keseluruhan. Itu yang mempengaruhi," jelasnya.

Dia menambahkan, ke depannya Bank Indonesia (BI) tidak akan membiarkan kurs rupiah terlalu menguat. Karena, risiko impor yang tinggi akan mengancam neraca perdagangan yang berawal dari penurunan ekspor.

"Tetap harus dilepas tapi terkendali. Jangan tiba-tiba ditahan di Rp9.000 per USD, ya merugikan kita juga. Setelah ada berita ini para pelaku akan shock mereka akan melakukan kebijakan-kebijakan memperbaiki supaya ini balik lagi," tuturnya.

"Berarti harus ada suatu yang kita lakukan bersama. Para pelaku pasar harus berpikir, ini memberikan kejutan supaya ada perubahan pola di pemerintah atau swasta dalam melakukan kegiatan usahanya," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement