JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan penurunan kinerja ekspor Indonesia bukan disebabkan oleh adanya krisis global, tapi karena kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Anggota Lembaga Pengkajian Peneliti dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Ina Primiana mengatakan, kondisi tersebut bisa menghambat investasi di dalam negeri.
"Penurunan ekspor bukan karena krisis global tapi kebijakan pemerintah. Orang mau investasi kadang agak takut karena kebijakan yang berubah,” kata Ina dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (8/6/2012).
Dia menambahkan, koordinasi antara pemerintah dan pengusaha nasional saat ini juga masih kurang. Pemerintah, kata dia, terkadang tidak melibatkan pengusaha. "Masih kurangnya koordinasi. Pemerintah tidak melibatkan industri yang langsung terkena dampak," jelasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur. "Saat ini Kadin sedang mengkaji Peraturan Menteri (Permen) yang bisa dipakai. Pemerintah membuat kebijakan sendiri tanpa koordinasi dengan pengusaha," katanya.
Selain itu, lebih lanjut Ina mengatakan, diperlukan juga adanya peta produk. Peta produk itu, kata dia, nantinya berisi mulai dari masalah supply dan demand, pasar, hingga hambatan apa saja yang dihadapi oleh produk industri nasional.
“Kita memerlukan peta produk. Suplai demand, pasarnya kemana, hambatannya seperti apa, siapa berbuat apa. Kita tidak ada. Itu kelemahan kita. Sehingga bisa fokus misalnya angkut ikan harus ada cold storage-nya,” ujarnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.