JAKARTA - Hari ini, ribuan buruh se-Jababeka melakukan aksi unjuk rasa di beberapaa titik di Jakarta. Dalam aksinya mereka menuntut agar pemerintah menghapus sistem outsourcing.
Sekretaris umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita, mengatakan aksi buruh dianggap merugikan secara materil maupun inmaterial.
"Dengan banyaknya aksi demo, pengusaha tentu menjadi terganggu. Mereka pun tidak akan tertarik melakukan ekspansi. Hal ini lebih mahal daripada kerugian secara materil," katanya saat dihubungi Okezone, Kamis (12/7/2012).
Banyak pengusaha yang ingin membuat pabrik, namun melihat dari keadaan di Indonesia, meraka memilih untuk membeli barang jadi. "Hal tersebut justru menghidupkan buruh di luar negeri," tambahnya.
"Banyak negara asing yang ingin berinvestasi di Indonesia, namun melihat dari kondisi buruh yang selalu demo, maka para investor akan menganggap bahwa wilayah Indonesia tidak aman," ujar Suryadi.
Sebetulnya, dia melanjutkan, Indonesia memiliki peluang baik. Terliha banyak para pengusaha yang ingin membuka pabrik membuat semakin tingginya penyerapan tenaga kerja.
"Dalam lima tahun ke depan bila demo seperti ini tidak ada, maka pertumbuhan Indonesia dapat lebih baik," jelas dia.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.