JAKARTA - Tak dipungkiri, perekonomian Eropa yang sedang melemah sedikit banyak berpengaruh ke semua negara. Ekspor-ekspor pun menjadi sedikit terhambat dengan adanya pelemahan ini.
Begitu pula dengan perusahaan peti kemas Hutchison Ports Indonesia (HPI) yang turut terimbas dampak pelemahan ekonomi Eropa tersebut. Namun demikian, pihak HPI mengaku masih meraup untuk dari bisnis yang dijalaninya.
"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, kondisi ekspor kita flat. Impor yang naik, ini semua karena ekonomi Eropa slow down. Ekspor memang minus satu persen atau sama dengan flat, tapi kita masih untung dan enggak menurun, karena terbantu impor," tutur Chief Commercial Officer Hutchison Port Indonesia, Rianti Ang kepada Okezone, akhir pekan ini.
Rianti menjelaskan, perdagangan (trading) yang dilakukan HPI tersebut ke Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Asia Tenggara. Akibat dari trading yang terkena pelemahan ekonomi Eropa, maka perusahaan yang membawahi Terminal Peti Kemas (TPK) Koja dan Jakarta International Container Terminal (JICT) ini menerapkan target yang realistis pada tahun depan.
"JICT sama Koja digabung tahun ini sebesar 3,2 juta TEUs, tahun ini rencana 3,4 juta TEUs. Target tahun depan kami realistis saja, kita masih taruh pertumbuhan empat persen. Tapi dengan adanya Pelindo II kami lebih optimistis ya, karena mereka kan pegang domestik," bebernya.
Sekadar informasi, Hutchison Ports Indonesia (HPI), bermitra dengan IPC dan beroperasi di PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja (Koja) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. JICT dan Koja adalah bagian dari Hutchison Port Holdings (HPH) Group.
HPH merupakan anak perusahaan dari konglomerat multinasional Hutchison Whampoa Limited (HWL), yang merupakan investor, pengembang dan operator pelabuhan yang ternama di dunia.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.