Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Performa Keuangan semester I-2012 PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sangat buruk dan solvabilitas sangat lemah.
BUMI mencatatkan kerugian sebesar USD322 juta pada semester I-2012 setelah mencatatkan keuntungan sebesar USD232 juta pada semester I-2011. Ada beberapa faktor yang disinyalir menyebabkan jatuhnya performa BUMI pada semester I-2012.
Faktor pertama adalah tergerusnya marjin laba BUMI diakibatkan melonjaknya biaya produksi per ton sebesar 9,2 persen yang tidak diimbangi oleh naiknya harga jual. Hal ini terjadi hampir di seluruh perusahaan batu bara di Indonesia karena memburuknya harga batu bara dunia.
Faktor kedua adalah tingginya beban keuangan yang harus dibayar serta kerugian atas transaksi derivatif. Laporan keuangan BUMI mencatat bahkan jumlah beban keuangan yang harus dibayar lebih tinggi dari laba usahanya sendiri. Hal ini tentunya memperlihatkan betapa buruknya solvabilitas BUMI dalam membayar utang-utangnya.
Equity Analyst, Metal & Mining Sectors Panin Sekuritas Fajar Indra menjelaskan, berdasarkan metode Altman score, terlihat bahwa koefisien Z BUMI sangat kecil yakni 0.0982 saja.
"Maka dapat disimpulkan bahwa BUMI saat ini berada dalam zona tidak aman atau menuju kebangkrutan finansial," jelas dia dalam risetnya di Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Terlebih, BUMI disebut memperpanjang masa investasi dana senilai USD231 juta di PT Recapital Asset Management. Dengan kata lain, BUMI gagal mencairkan investasinya untuk melakukan refinancing. Terlebih dalam dua tahun, BUMI memiliki tanggal jatuh tempo untuk utangnya kepada CIC masing-masing sebesar USD600 juta untuk trance kedua dan USD700 juta untuk trance berikutnnya.
Pada pukul 11.02 waktu JATS, harga saham BUMI ini turun Rp10 menjadi Rp760. Harga saham andalan Grup Bakrie ini terus mengalami pelemahan. Jika dihitung dari posisi tertinggi harga saham ini di bulan Agustus 2012, Rp1.140 (8 Agustus), maka harga saham BUMI ini sudah terkoreksi sampai 33,3 persen. (wdi)