Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPK Laporkan 13.105 Kasus Penyimpangan ke SBY

Susi Fatimah , Jurnalis-Kamis, 04 Oktober 2012 |13:42 WIB
BPK Laporkan 13.105 Kasus Penyimpangan ke SBY
Logo BPK
A
A
A

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan hasil pemeriksaan semester I-2012 kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden menerima Ketua BPK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara.

Ketua BPK Hadi Purnomo mengungkapkan selama semester I-2012, BPK menemukan sebanyak 13.105 kasus. Dari sejumlah kasus tersebut, BPK menemukan penyimpangan mencapai Rp12,48 triliun.

Dari 13.105 kasus tersebut, tambah Hadi, sebanyak 3.976 kasus senilai Rp8,92 triliun merupakan temuan ketidakpatuhan yang mengakibatkan kerugian, potensi kerugian dan kekurangan penerimaan.

Sisanya, sebanyak 9.129 kasus senilai Rp3,55 triliun merupakan kasus penyimpangan administrasi, ketidakhematan, ketidakefisienan dan kelemahan sistem pengendalian intern (SPI).

Dari temuan senilai Rp8,92 triliun tersebut telah ditindaklanjuti oleh entitas yang diperiksa dengan penyerahan aset atau penyetoran ke kas negara/daerah/perusahaan atau penyerahan aset senilai Rp311,34 miliar.

"Pada umumnya kasus kerugian banyak terjadi pada kegiatan pengadaan barang dan jasa meliputi adanya kekurangan volume pekerjaan atau barang, kelebihan pembayaran, kekurangan penerimaan dari denda keterlambatan belum atau tidak dipungut, dan kasus penyimpangan belanja perjalanan dinas," ujar Hadi di Istana, Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Selain itu, BPK juga menemukan banyak kasus aset negara dikuasai oleh pihak lain sehingga berpotensi merugikan negara. Menanggapi hal itu, Presiden meminta BPK untuk menindaklanjuti.

"Tentu semua akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan," tuturnya. (gna)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement