Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Padam, Mahasiswa Kalsel Kumpulkan Koin Bangun Pembangkit

Pebrianto Eko Wicaksono , Jurnalis-Senin, 15 Oktober 2012 |10:56 WIB
Sering Padam, Mahasiswa Kalsel Kumpulkan Koin Bangun Pembangkit
Ilustrasi (Foto: Corbis)
A
A
A

JAKARTA - Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengaku kecewa atas pemadaman listrik di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berlarut-larut. Karena itu, mereka mengadakan aksi pengumpulan koin untuk dana pembangunan pembangkit listrik.
 
Kordinator Aksi Pengumpulan 1.000 ton koin Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan selatan Fahrul Raji mengatakan, aksi ini dilatarbelakangi oleh pemadaman listrik secara bergilir di wilayah Kalimantan Selatan secara terus menerus.

"Didasari di pemadaman secara bergilir, kita kumpulkan koin secara independen," kata Fahrul, saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Senin (15/10/2012).

Fahrul menambahkan, aksi ini dilakukan untuk mendesak Gubernur dan anggota dewan membentuk panitia secara independen untuk membangun pembangkit listrik secara independen.

Fahrul mengungkapkan pembangunan pembangkit listrik independen adalah bentuk ketidakpercayaan kepada Pemerintah Pusat. Karena itu, menurutnya sudah banyak kekayaan alam di Kalimantan khususnya di Kalsel yang disumbangkan untuk pemerintah pusat. Meskipun begitu, pemerintah Pusat tidak memberi kontribusi kedaerah tersebut.

"Kita selalu kasih sumber daya alam ke Pemerintah Pusat tetapi enggak ada kontribusi dari Pemerintah Pusat. Kami enggak percaya sama Pemerintah pusat, kami kecewa, memang semua diam," tambah Fahrul.

Sebagai informasi, aksi pengumpulan 1.000 ton koin untuk pembangunan pembangkit listrik independen dimulai sejak hari ini.  Jika nanti uang pengumpulan koin tersebut tidak cukup, dia bersama rekan-rekannya mengaku akan melakukan iuran meminta dana kepada pengusaha seluruh Kalsel. Uang ini akan digunakan untuk membangun pembangkit listrik.

"Dari uang koin, kalau kurang dari pengusaha dan masyarakat Banjarmasin, tetapi sementara belum kita rencanakan," tegas Fahrul. (gna)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement