JAKARTA - Pemerintah berencana menggenjot penggunaan energi alternatif untuk menggantikan energi fosil. Pasalnya, saat ini penggunaan energi fosil seperti minyak bumi, tidak mampu di penuhi Inonesia.
"Visi pertamina memproduksi 2,2 juta barel oil equivale per hari. Artinya Pertamina memberikan kontribusi energi nasional 20 persen sampai 25 persen," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Menurutnya, penggunaan porsi energi saat ini masih mencakup sekira 20 persen gas bumi, 24,7 persen batu bara, dan 48,4 persen minyak. Sedangkan energi baru terbarukan baru sebesar 6,9 persen.
Hatta melanjutkan, tren penggunaan energi ini harus terus mengalami penurunan. Dia meyakini, pada 2014 penggunaan gas bumi dapat turun ke 19 persen, dan pada 2025 turun menjadi 18 persen. Sementara penggunaan batu bara diprediksi meningkat menjadi 30,2 persen, dan 2025 naik ke 31 persen.
Sementara penggunaan minyak bumi, diperkirakan turun ke 40 persen, dan pada 2025 dapat ditekan ke 23 persen. "Energi baru terbarukan menjadi andalan kita harus meningakat dari 6,9 persen menjadi 10 persen pada 2014, dan 26 persen pada 2025," urainya.
Hatta melanjutkan, hal ini seusai dengan 5 target arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakni meningkatan produksi minyak satu juta barel sebelum 2014, memenuhi gas dalam negeri untuk pupuk transportasi dan rumah tangga, efisiensi dan peningkatan energi bauran.
Selain itu, Presiden SBY juga meminta adanya infrastruktur dan pembenahan investasi, serta membangun konektifitas dan sistem logistik supaya tidak ada ketimpangan harga antara bagian timur Indonesia.
(Martin Bagya Kertiyasa)