Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musim Hujan Melambungkan Harga Sayur Mayur

Amba Dini Sekarningrum , Jurnalis-Selasa, 08 Januari 2013 |13:38 WIB
Musim Hujan Melambungkan Harga Sayur Mayur
Ilustrasi. (Foto: Tangguh Putra/okezone)
A
A
A

TANGERANG - Hujan yang terus mengguyur beberapa daerah penghasil sayur mayur di Indonesia seperti Jawa dan Sumatera, membuat harga sayur mayur di pasar tradisional di Kota Tangerang melonjak.

Beberapa harga sayur yang melonjak di pasaran di antaranya adalah bawang dan cabai. Kedua komoditas ini menurut para pedagang dipasar sangat bergantung pada cuaca.

"Kenaikan terjadi lantaran sepi pasokan dari daerah, hujan dan banjir jadi alasan yang membuat harga merangsek naik," kata Saiful, pedagang pasar Anyar, Tangerang, Selasa (8/1/2013).

Kenaikan komoditas sayur-sayuran berkisar Rp5 ribu-Rp8 ribu per kilonya, beberapa harga yang naik di antaranya, cabai keriting dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu per kilo. Cabai rawit merah dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu, cabai hijau dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu dan cabai merah besar dari Rp18 ribu per kilo menjadi Rp26 ribu per kilo.

Sedangkan untuk bawang merah dari Rp8 ribu menjadi Rp11 ribu per kilo. Kenaikan harga juga terjadi terhadap sayuran jenis tomat yang biasanya dijual Rp5 ribu, kini menjadi Rp10 ribu. Sementara untuk kol, buncis, dan wortel harganya stabil.

"Naiknya sih sudah sejak awal tahun, kalau kondisi cuacanya begini terus harga bisa terus naik. Tapi sih belum ada protes dari konsumen selagi barangnya ada," tuturnya kembali.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement