Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banjir, Peternak Ayam Ngaku Rugi Rp 1,8 M

Tri Ispranoto , Jurnalis-Minggu, 20 Januari 2013 |13:20 WIB
Banjir, Peternak Ayam <i>Ngaku</i> Rugi Rp 1,8 M
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

BANDUNG – Bencana banjir yang mengepung Jakarta selama tiga hari terakhir berimbas pada pengiriman ayam potong dari Jawa Barat menuju Jakarta. Pengiriman tersebut telah merugikan peternak hingga miliaran.

Ketua Divisi Peternakan Persatuan Pasar dan Warung Tradisional Jabar, Yoyo Sutarya mengatakan pada hari biasanya peternak ayam bisa memasok hingga 100 ribu ekor perharinya ke Jakarta.

“Artinya selama tiga hari ini sudah 300ribu ekor ayam yang terhambat dan tidak bisa dijual ke Jakarta,” tutur Yoyo kepada wartawan, Minggu (20/1/2013).

Akibatnya, para peternak yang kebanyakan berasal dari Parahyangan Timur seperti Ciamis, Tasik, dan Garut harus mengeluarkan uang lebih untuk memberi makan ayam yang tidak bisa dijual ke Jakarta.

Jika dirata-ratakan, kata Yoyo, setiap harinya satu ekor ayam diberi makan dengan pengeluaran Rp6 ribu. Maka, jika dirata-ratakan para peternak Jabar menanggung Rp600 juta per hari untuk menutupi biaya pakan.

“Berarti selama tiga hari bisa mencapai Rp1,8 miliar uang tambahan untuk pakan. Tapi itu tidak ditanggung satu peternak, melainkan keseluruhan peternak yang memasok ayam ke Jakarta,” terangnya.

Sementara itu, dengan turunnya permintaan maka secara otomatis harga ayam dipasar pun ikut turun. “Sekarang harga turun menjadi Rp28 ribu dari yang asalnya Rp30 ribu. Tapi normalnya Rp24 ribu,” tukas Yoyo yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Pedagang Ayam Bandung (PPAB) ini.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement