Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Diterpa Gelombang Tinggi

Pasokan BBM ke Sumut Diklaim Masih Aman

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Senin, 21 Januari 2013 |13:54 WIB
Pasokan BBM ke Sumut Diklaim Masih Aman
Ilustrasi. (Foto: Koran SI)
A
A
A

MEDAN - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan BBM bersubsidi ke Sumatera Utara (Sumut) masih berjalan sesuai rencana. Pengantaran BBM yang dilakukan tanker pertamina lewat jalur laut pun diakui belum terganggu, meski gelombang laut di perairan wilayah barat Sumatera kini tengah diterjang gelombang hingga mencapai lebih dari dua meter.

Asisten Customer Relation Pertamina Fuel Retail Marketing Wilayah I Sumatera Bagian Utara, Sonny Mirath, di Medan, Senin (21/1/2013) mengatakan, saat ini pasokan BBM di depo pertamina Labuhan Deli masih cukup aman.

Pasokan juga terus ditambah dua kali sepekan, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hingga kini diakui belum ada kendala berarti dalam pengantaran BBM, karena tanker-tanker pengantar BBM Pertamina sudah dilengkapi dengan perangkat keamanan yang memadai, dan tetap dapat beroperasi secara maksimal.

Begitu pun Sonny mengaku, pasokan bisa saja terganggu jika kondisi cuaca memburuk. Meski telah dilengkapi dengan perangkat keamanan yang memadai, namun tentunya tanker-tanker Pertamina memiliki keterbatasan tertentu. Ia pun berharap, kondisi cuaca membaik, sehingga kegiatan pengantaran BBM dapat berjalan optimal.

"Pasokan kita cukup aman. Belum ada masalah. Premium kita cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tujuh hingga sembilan hari ke depan, sementara untuk solar cukup untuk enam sampai delapan hari. Pasokan juga terus ditambah, tanker-tanker kita tetap beroperasi meski gelombang di perairan barat Sumatera sudah melebihi dua meter. Tanker-tanker kita cukup mampu untuk menembus gelombang tinggi itu, karena memang sudah dilengkapi dengan perangkat keamanan yang memadai. Tapi mudah-mudahan enggak makin tinggi gelombangnya," ungkapnya.

Sonny menambahkan, untuk mengantisipasi gangguan pasokan, saat ini pihaknya telah membuat rekayasa distribusi tertentu, agar distribusi tetap lancar. Pertamina mengaku, kepanikan masyarakat menjadi satu hal yang harus dihindari, karena sering kali kepanikan justru membuat distribusi sulit dikendalikan.

"Kita sudah menyiapkan rekayasanya. Saat ini kita memiliki lima terminal BBM di Sumut, dan itu akan kita maksimalkan untuk mempercepat distribusi BBM ke seluruh wilayah. Jadi kalau pun ada gangguan pasokan, kita akan  memanfaatkan pasokan tersedia, dan memaksimalkan terminal-terminal itu untuk distribusi yang lebih cepat. Kita tidak ingin masyarakat panik, dan akhirnya membeli BBM di luar kebutuhan. Nah, ini yang sebenarnya seringkali menyebabkan kelangkaan," tukasnya.

Pertamina sendiri berkeyakinan, tidak akan terjadi gejolak konsumsi BBM dalam waktu dekat. Karena ketiadaan momentum yang membuat mobilitas masyarakat meningkat secara cukup signifikan dalam jangka waktu yang relatif panjang. Begitu pun Pertamina secara korporat akan memaksimalkan pengantaran BBM melalui jalur darat melalui depo pertamina di Sumatera Barat, jika gelombang laut kian memburuk.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement