JAKARTA - Isu hemat energi belakangan menjadi topik hangat, apalagi setelah Kementrian Keuangan mengeluhkan jebolnya kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang menyebabkan defisit neraca perdagangan.
Implikasinya, mau tidak mau usulan pengendalian BBM hingga kenaikan harga BBM, dan sudah barang tentu hal itu akan mengundang respons pro kontra dari masyarakat.
“Karena BBM adalah hajat hidup orang banyak,” kata Ketua Umum Gerakan Nasional Kepedulian Sosial (GNKS) Suratto Siswodihardjo, dalam diskusi panel di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2013)
Suratto menambahkan, tujuan diskusi panel bertemakan "Jurus Alternatif Penghematan Konsumsi BBM" ini adalah mengkampanyekan program hemat energi bagi masyarakat Jakarta, khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Selain itu, tujuannya diskusi ini adalah sosialisasi program pemerintah tentang Gerakan Nasional Penghematan Energi, sesuai Peraturan Menteri ESDM No.1 Tahun 2013 tentang pengendalian penggunaan bahan bakar minyak dan peraturan menteri ESDM no.14 tahun 2012 tentang manajemen energi.
(Widi Agustian)