Proyek Lapter Blitar Terganjal Izin Lanud Iswahyudi Madiun

|

Solichan Arif - Koran SI

Ilustrasi. (Foto: Widi/Okezone)

Proyek Lapter Blitar Terganjal Izin Lanud Iswahyudi Madiun
BLITAR - Rencana pembangunan lapangan terbang (lapter) komersial di wilayah Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar dimungkinkan bisa batal. Menurut Gubernur Jawa Timur Soekarwo hingga saat ini Lanud Iswahyudi Madiun selaku pemilik kawasan udara belum memberikan izin.

"Lanud Iswahyudi masih keberatan. Dan saat ini kita masih melakukan pendekatan," ujar Soekarwo, di sela acara Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat, di Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (15/5/2013).

Pemkab Blitar berencana membangun lapter di atas tanah negara seluas 100 hektare (ha). Jauh hari, Pemrov Jatim telah memberi persetujuan termasuk memasukkan rencana lapter tersebut dalam Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) pemrov Jatim.

Selain di Blitar, lapter komersial yang berkonsep City Link itu juga akan dibangun di Pulau Bawean dan Kalianget Sumenep Madura. Untuk dua terakhir ini tidak ada permasalahan.

Soekarwo menjelaskan, untuk di Blitar, pengendalian administrasi lokasi calon lapter di bawah kewenangan Lanud Abdurrahman Saleh Malang. "Namun  wilayah udaranya sebagai kawasan pesawat tempur di bawah kewenangan Iswahyudi," terangnya.

Pihak Iswahyudi masih menghitung jarak aman lapter dengan kawasan tempur. Jika memang dinilai mengganggu kemanan nasional, tentunya, kata Soekarwo tidak akan dilanjutkan. "Kami berharap penundaan. Kalau enggak bisa tahun ini, bisa tahun depan," jelasnya.  

Sementara terkait nasib 75 kepala keluarga yang saat ini tercatat bertempat tinggal di dalam lokasi calon lapter, Soekarwo menganggap masalah itu dipikir belakangan. "Soal itu (75 KK) dipikir belakangan saja," tukasnya.

Sementara menurut keterangan Kepala Bappeda Kabupaten Blitar Mangatas Lomban Tobing, pembangunan lapter ponggok diperkirakan akan menelan biaya hingga Rp300 miliar. Selain dari APBD II, support dana juga berasal dari APBD propinsi dan APBN.

"Kami berharap pembangunan lapter tetap bisa direalisasikan, "ujarnya.
(wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Garuda Indonesia Kebal dari Pelemahan Rupiah