"Apresiasi Rupiah Bakal Dibantu Kenaikan Won"

Kamis, 20 Juni 2013 08:09 wib | Rizkie Fauzian - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan naik tipis. Hal tersebut setelah terimbas kenaikan dolar Australia dan Yuan.

"Para pelaku pasar mencoba meyakinkan diri bahwa The Fed akan menolak mengurangi program pembelian obligasinya, karena masih kurang kuatnya data-data yang dirilis di AS," kata kepala Riset Trust Securities, Reza Prriyambada di Jakarta, kamis (20/6/2013).

Di sisi lain, kenaikan  yield Treasury Notes AS tenor 10 tahun mengurangi permintaan terhadap USD dan Rupiah pun dapat mengambil kesempatan untuk naik terbatas. "Apresiasi Rupiah pun juga terbantukan dengan kenaikan Won di tengah spekulasi pendapatan eksportir KorSel akan mengalami peningkatan," katanya.

Pada perdagangan kemarin, maraknya permintaan dolar AS membuat rupiah belum mampu turun dari level Rp9.900 per USD. Investor yang tengah menanti keputusan Bank Sentral AS akan program stimulusnya, menjadikan dolar AS sebagai aset safe haven mereka.

Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah diperdagangkan di Rp9.910 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran Rp9.860-Rp9.960 per USD. Sementara Bloomberg mencatat kurs tengah rupiah ada di kisaran Rp10.026 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran Rp9.900-Rp10.070 per USD. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป