Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apindo: Butuh 10 Pelabuhan di Pulau Jawa

Dina Mirayanti Hutauruk , Jurnalis-Jum'at, 19 Juli 2013 |13:27 WIB
 Apindo: Butuh 10 Pelabuhan di Pulau Jawa
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Pelabuhan Tanjung Priok mengalami kemacetan akibat penumpukan kontainer di pelabuhan. Karenanya, Indonesia membutuhkan tujuh pelabuhan lagi di Pulau Jawa sebagai pintu bagi kegiatan ekspor impor.

"Kita membutuhkan paling sedikit, saya kira 10 pelabuhan di Pulau Jawa," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi saat di temui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Saat ini, di Pulau Jawa hanya terdapat tiga pelabuhan, yakni Tanjung Priuk, Pelabuhan Semarang dan Tanjung Perak di Surabaya. Sofyan mengatakan ketiga pelabuhan tersebut sudah tidak mampu menampung kegiatan ekspor impor yang ada. "Sekarang kita punya pusat kegiatan ekonomi dan industri di Pulau Jawa dan ketiga pelabuhan itu kurang untuk memfasilitasi itu," Katanya.

Dia mengatakan, kondisi tersebut merupakan penyebab kemacetan dan akibatnya kontainer tertumpuk di pelabuhan. Oleh karena itu, dia mengatakan pemerintah dan asosiasi pengusaha berencana membangun pelabuhan baru di Cilamaya.

"Saya kita usulkan dalam rapat dengan pemerintah salah satu tadi ada pelabuhan. Pertama, kemacetan Tanjung priuk ini selesai bulan ini sebelum Lebaran," katanya.

Dia mengatakan, setelah persoalan Tanjung Priok selesai pemerintah bersama asosiasi pengusaha, untuk membahas rencana pembangunan pelabuhan khusus kegiatan impor dan pelabuhan khusus ekspor.

"Kita harus putuskan pelabuhan itu kita usulkan ada khusus impor saja dan ada khusus ekspor saja. Mungkin KBN untuk ekspor saja dan Tanjung Priok untuk impor Pelindo," katanya.

Menurutnya, saat ini pembangunan Pelabuhan Cilamaya harus dipercepat karena dananya sudah tersedia. "Itu dibangun secepatnya Cilamaya, dan itu sudah ada duitnya dari Jepang," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement