JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober 2013 mengalami inflasi sebesar 0,09 persen. Angka ini naik setelah sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,35 persen di September 2013.
Kepala BPS Suryamin menguraikan, inflasi tahun kalender berada sekira 7,66 persen dan inflasi secara year-on-year (yoy) berada di level 8,32 persen. Sementara itu, inflasi inti secara yoy adalah sebesar 4,73 persen, dan untuk inflasi inti pada Oktober mencapai 0,34 persen.
"Ini lebih rendah dibanding tahun lalu. Dari tahun ke tahun di Oktober ini tergolong yang terendah, kecuali Oktober 2012 yang terjadi deflasi," tutur Suryamin, saat Konferensi Pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2013).
Suryamin melanjutkan, tercatat ada 39 kota yang mengalami inflasi dan 27 kota yang deflasi. Inflasi tertinggi, lanjut Suryamin, terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,25 persen dan Kota Samarinda sebesar 0,04 persen. Sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Ambon sebesar 3,82 persen.
"Di Sibolga terjadi inflasi karena dipicu oleh harga cabai merah. Sedangkan deflasi di Ambon terjadi karena turunnya harga sayur dan ikan segar," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.