Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kurang Modal, Lorena Juga Pinjam Duit ke Bank

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 15 April 2014 |13:45 WIB
Kurang Modal, Lorena Juga Pinjam Duit ke Bank
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) menyatakan akan melakukan pinjaman kepada pihak perbankan untuk menambah biaya penambahan armada bus serta mendukung pengembangan bisnis. Hal ini tidak terlepas dari kurangnya target hasil Initial Public Offering (IPO) yang hanya Rp135 miliar dan sebelumnya ditargetkan Rp225 miliar. Artinya perusahaan penyedia transportasi darat ini masih kurang Rp90 miliar.

"Belum kita pikirkan tapi ada kemungkinan kita akan pemegang saham dan pendiri untuk sebagian atau pinjaman bank mungkin yang baru. Dari bank dimungkinkan bank lokal yang aman," ucap Corporate Secretary Andy Porman Tambunan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Menurut Andy, idealnya memang Rp225 miliar sesuai dengan proyeksi yang sudah ditargetkan tapi melihat kondisi pasar berdasarkan pertumbuhan sektor transportasi kurang menunjang untuk dapat yang lebih.

"Sebanyak 81 persen dan IPO untuk penambahan armada, 16 persen untuk ppengadaan infrastruktur dan sisanya modal kerja," kata dia.

Andy menyebutkan, hingga 30 September 2013, total armada yang dioperasikan perseroan mencapai 223 unit yang terdiri dari 161 unit bus untuk segmen AKAP, 47 unit bus untuk segmen bus transJakarta dan 15 unit bus feeder busway.

"Dengan penambahan armada, revenue kita harap 50 persen tumbuh. Laba bersih juga naik 20 persen. Bus baru kita baru bisa beroperasi di bulan juli pas liburan skolah, tapi liburan 2013 rapat dengan liburan lebaran. 2014 lebih rapat lagi ada kemungkinan tidak bisa berharap banyak. setahun kemudian baru bisa," pungkasnya.

Perseroan melepaskan sebanyak 150 juta lembar sahamnya atau setara dengan 42,86 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. Dengan demikian, nilai IPO ini mencapai Rp135 miliar.

Dana dari IPO ini akan dipergunakan untuk pengembangan investasi baru armada bus AKAP, APTB dan BKTB serta rekondisi bus lama dengan porsi sampai 81 persen. Lalu sebanyak 16 persen akan dipergunakan untuk fasilitas infrastruktur depo dan workshop Busway TransJakarta di Ceger, Jakarta Timur. Lalu sisanya sekira 3 persen akan digunakan untuk modal kerja.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement