Share

Terapkan Tiket Online, Lorena Sukses Bermanuver

Dhera Arizona Pratiwi, Okezone · Senin 07 Desember 2015 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 07 278 1262539 terapkan-tiket-online-lorena-sukses-bermanuver-69zgrifSfl.jpg Bus Lorena. (Foto: Situs Lorena)

JAKARTA - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) membukukan pendapatan usaha tahun berjalan per September 2015 melonjak menjadi Rp124,24 miliar. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp103,72 miliar.

Managing Director PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA), Dwi Rianta Soerbakti, mengungkapkan melonjaknya pendapatan usaha tersebut didongkrak oleh beberapa strategi khusus yang gencar dilakukan perseroan. Salah satunya adalah strategi penjualan tiket yang kini sudah bisa dilakukan melalui online.

"Jadi, sekarang mayoritas pelanggan kami sudah bisa membeli tiket kami melalui dari laptop, iPhone, iPad mereka. Dan melakukan pembayaran dengan credit card atau debit card atau doku wallet," ujarnya dalam IDX Channel, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Dia menjelaskan, perseroan melakukan hal tersebut lantaran perseroan ingin semakin mendekatkan diri dengan para pelanggannya. Dengan adanya pembelian tiket secara online (e-ticketing), maka pelanggan tidak perlu repot datang ke kantor perseroan untuk membeli tiket.

"Menurut saya itu adalah satu strategi sangat memengaruhi kinerja kami. We are join the technology," imbuh dia.

Strategi selanjutnya, adalah melakukan analisis terhadap beberapa rute-rute transportasi yang tidak lagi menguntungkan akibat harus berjuang dengan moda transportasi lainnya. "Itu akan kami cut dan sudah kami cut," jelasnya.

Dengan dipangkasnya beberapa rute, pihak perseroan kemudian lantas mengaku sudah memberlakukan rute-rute baru yang tidak harus bersaing dengan moda transportasi lainnya. Contohnya, perseroan telah dan mulai memperkuat rute jarak pendek yang kemudian disebut commuter line.

Menurutnya, rute commuter line tidak bersaing dengan moda transportasi udara. Terlebih lagi, rute commuter line merupakan transportasi yang merupakan kebutuhan masyarakat setiap hari. Dia mengungkapkan, sepanjang 2015 pihaknya sudah membuka empat sampai lima rute jarak pendek commuter line mulai dari Jakarta-Bogor dan Tangerang-Bogor.

"Kalau kita bicara jarak jauh, most of them adalah leisure traveler. Tapi kalau jarak pendek itu adalah benar-benar required traveler. Itu yang menurut saya menjadi peluang bagi transportasi darat di masa depan," pungkasnya.

Meski demikian, perseroan mengakui ada satu hal yang tidak mampu untuk dilakukan efisiensi oleh perseroan, yakni kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini