Melalui sebuah perusahaan furnitur yang dimilikinya, Antique & Rustic Furniture Cipta Graha Art, Irianto memproduksi beragam jenis furnitur dan aksesoris nan antik. Beberapa di antaranya kursi, meja makan, kaca cermin, frame, hingga partisi.
"Kita membuatnya dari kayu bekas kapal-kapal besar di Probolinggo. Tidak cuma di sana, kita juga dapat bahan baku limbah kapal ini dari daerah pesisir sekitar Jawa. Ada juga beberapa di luar pulau Jawa tapi enggak banyak," kata Marketing Antique & Rustic Furniture Cipta Graha Art, Iwan Setiawan kepada Okezone belum lama ini.
Iwan menyebut, alasan penggunaan limbah kapal menjadi bahan baku furniture antara lain karena ingin mempertahankan tekstur alami dari badan kapal. Hal itu juga dianggap mampu menambah nilai antik dari furniture tersebut.
"Ini semua kayu lama. Kalau kayu baru justru enggak bagus. Limbah kapal yang berupa kayu bekas tersebut justru bagus. Ada tekstur-tekstur alami yang terbentuk karena hempasan ombak, hingga batu karang," ujar dia.