Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ULN Meningkat Jadi Alasan Perusahaan Belum Lakukan Hedging

Raisa Adila , Jurnalis-Jum'at, 10 April 2015 |18:00 WIB
ULN Meningkat Jadi Alasan Perusahaan Belum Lakukan <i>Hedging</i>
ULN Meningkat Jadi Alasan Perusahaan Belum Lakukan Hedging (Agus Martowardojo: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) yang dilakukan oleh perusahaan disebut terus mengalami peningkatan. Namun, hal ini dinilai tidak diimbangi dengan aksi lindung nilai (hedging).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menuturkan, hanya 26 persen perusahaan yang melakukan aksi hedging. Padahal, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan berdampak cukup besar bagi perusahaan yang memiliki utang tersebut.

"Akumulasi modal portofolio oleh asing pada obligasi yang besar bisa memicu gejolak kurs," tandas Agus di kantornya, Jumat (10/4/2015).

Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kerentanan mikro dalam perekonomian nasional. Terlebih, ULN Swasta saat ini telah mencapai USD163 miliar dolar.

"Membesarnya eksposure luar negeri kalau tidak dikelola akan membuat kerentanan. Di tengah antisipasi kenaikan suku bunga AS, terdapat urgensi bagi korporasi Indonesia agar dapat memitigasi risiko yang tak terduga," jelas dia.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement