BANDUNG - Pelaku usaha Indonesia, khususnya pelaku perdagangan internasional berpeluang memperoleh manfaat dari internasionalisasi mata uang China Renminbi (RMB).
"Penggunaan RMB dalam kegiatan ekspor dan impor dengan Tiongkok masih rendah. Namun dengan internasionalisasi mata uang itu jelas akan memberikan alternatif penggunaan mata uang dalam perdagangan dengan negeri itu, tentunya akan memberikan manfaat," kata Deputy Direktur Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Yuni Nurjanati di Bandung, Kamis (2/6/2016).
Internasionalisasi mata uang RMB merupakan tahap lanjutan dari liberalisasi perdagangan, arus modal dan pasar keuangan Tiongkok yang telah digulirkan sejak satu dekade lalu.
Dengan status sebagai mata uang internasional, volume transasksi dan instrumen berbasis RMB diperkirakan akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang.