JAKARTA - Kementerian ESDM menargetkan akan memanfaatkan energi panas bumi secara bertahap. Pada tahun tahun 2017, pemanfaatan energi panas bumi melalui pembangkit listrik akan ditambahkan.
"Tahun 2017 ada 255 mw tambahan," kata Direktur Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yunus Saifulhak di Kantor Ditjen EBTKE, Jakarta, Jumat (25/11/2016).
Pada tahun ini, pemerintah juga tengah melakukan lelang seperti untuk wilayah kerja panas bumi di kawasan Graho Nyambu, Jambi sengaja kapasitas 110 mw, Gunung Hamiding 2x10 mw, Gunung Galunggung 110mw, Gunung Wilis, Jatim 2x10 mw, Simbolon Samosir 110 mw, dan Gunung Ciremai 2x55 mw.
"Tapi untuk PLTP, Karaha mundur itu karena kontraktor tidak perform," jelasnya.
Adapun rencana pemanfaatan panas bumi pada tahun 2017 adalah Telaga Ranu 1x5 mw, Sekincau 110 mw, dan Oka Ile Ange 10 mw. Selain itu, pengembangan juga akan dilakukan di Kapahiang di Bengkulu, Aceh, dan Gunung Pandan di Jawa Timur.
"Awal tahun SK dibuat, April sudah kita mulai pengembangan periode tahun 2017," pungkasnya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.