JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017, pergerakan inflasi tidak terlalu besar. Hal ini terjadi karena daya minat masyarakat tidak terlalu tinggi dan pemerintah bisa menjaga.
"Tiap Lebaran pasti terjadi kenaikan inflasi, tetapi untuk tahun ini tidak terlalu besar seperti tahun-tahun lalu. Kisaran angka inflasi pada Lebaran tahun ini ada di 0,9%-1%," ungkap pengamat ekonomi Lana Soelistianingsih kepada Okezone.
Berbicara inflasi menjelang Lebaran ini, kenaikan harga atau pergerakan inflasi masih terbilang wajar. Karena pada Lebaran tahun ini, daya permintaan masyarakat tidak meningkat dan pemerintah terbilang bisa menjaga inflasi.
Namun, kegiatan pulang kampung pada Lebaran, tak luput dari sektor ekonomi. Perputaran uang dari kota ke desa akan terjadi. Proses ini akan menguntungkan bagi usaha mikro kecil dan menengah di desa.
Menurut Lana, kegiatan mudik ini dapat membantu ekonomi di daerah-daerah. Bahkan, ada ungkapan 'tiap bulan ada Lebaran' hal ini sangat menguntungkan. Manfaat dari mudik adalah daerah menjadi tumbuh, permintaan di daerah meningkat dan uang dapat mengalir ke daerah.
"Mudik itu bagus untuk daerah kecil. Jika setiap orang dapat menghabiskan uangnya di kampung halaman sebesar Rp10 juta-Rp20 juta, ini dapat mengembangkan kegiatan ekonomi di kampung," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.