BANDUNG BARAT – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menjamin proses pembebasan lahan yang akan dipakai untuk proyek KA Cepat akan selesai sesuai target.
Hal itu dia katakan di selasela peresmian Kantor ATR/ BPN Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jalan Raya Ciburuy, Kecamatan Padalarang, KBB, kemarin. ”Untuk pembebasan lahan KA cepat tidak ada kendala berarti sehingga dipastikan selesai sesuai target,” ucapnya. Sejauh ini pihaknya memang masih menunggu penetapan lokasi (penlok).
Baca juga: Thailand Bangun Jaringan Kereta Super Cepat, Nilai Kontraknya Rp2,09 Triliun
Selama itu belum turun maka pembebasan lahan dilakukan oleh pihak kereta cepat. Namun, jika penlok sudah dilakukan maka APBN akan turun untuk ikut membebaskan lahan. ”Meskipun saat ini pembebasan lahan baru sekitar 55%, progresnya cukup bagus dan cepat,” katanya.
Sofyan Djalil juga mengaku mendapatkan instruksi khusus dari Presiden Joko Widodo terkait percepatan pembebasan lahan ini. Apalagi, ini adalah proyek strategis sehingga harus menjadi prioritas. Selain itu, kebanyakan tanah yang akan dibebaskan adalah tanah pemerintah seperti jalan tol, perkebunan, dan lain-lain. ”Kami tentu harus mendukung proyek ini karena merupakan proyek strategis nasional,” tandasnya.
Baca juga: Segera! Jepang Minta Indonesia Putuskan Jalur Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Proses pembebasan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk proyek KA Jakarta– Bandung dipastikan selesai September 2017. Manajer Humas PT KAI Daop II Bandung Joni Martinus mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah membebaskan lahan seluas meter yang akan digunakan untuk proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta–Bandung.