Raden Pardede: Hadapi dengan Kepala Dingin

Candra Setya Santoso, Jurnalis
Senin 21 Desember 2009 11:04 WIB
Foto: Koran SI.
Share :

JAKARTA - Mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Raden Pardede meminta agar semua pihak berkepala dingin dan tidak tergesa menyimpulkan Presiden SBY terlibat dalam proses pengambilan keputusan penyelamatan Bank Century.

“Silakan dibuktikan apakah (hubungan telepon Menkeu dengan Presiden SBY) itu ada atau tidak. Kita tidak boleh punya konspirasi atau boleh saja menuduh yang tidak-tidak,” kata Raden, yang juga mantan wakil dirut Perusahaan Pengelola Aset (PPA), dalam Diskusi Publik Membedah Bailout Bank Century, di Hotel Nikko, Jalan Jenderal Sidirman, Jakarta, Senin (21/12/2009).
 
Dijelaskannya, menurut dokumen transkrip minutes of meeting rapat KSSK yang diperoleh ekonom Dradjad H Wibowo, rapat pertama KSSK dengan agenda mendengarkan paparan dari Bank Indonesia (BI) gagal mengambil keputusan tentang penyelamatan Bank Century.

Rapat itu kemudian dilanjutkan dalam rapat kecil antara Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati dengan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan Raden Pardede sebagai sekretaris KSSK.
 
“Saat itu, mereka yang mengambil keputusan, saya hanya mencatat. Karena itu, yang harus ditanya adalah ketua KSSK dan gubernur Bank Indonesia,” katanya.

Dalam rapat kedua inilah dikabarkan Menkeu Sri Mulyani melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden SBY yang tengah mengikuti sidang G-20 di Washington, Amerika Serikat.

Seusai pembicaraan telepon tersebut, Menkeu Sri Mulyani yang awalnya tidak sepakat dengan usul Bank Indonesia akhirnya memutuskan Bank Century harus diselamatkan karena berisiko sistemik.

“Persoalan Rp6,7 triliun tidak dibicarakan dalam kebijakan karena yang dilihat mereka adalah apakah berdampak sistemik atau tidak,” terangnya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya