Proyek Kereta Bandara Mandek, Pemerintah Ambil Alih Feasibility Study

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Senin 24 Januari 2011 15:55 WIB
ilustrasi Foto: ist
Share :

JAKARTA - Proyek Kereta Bandara Soekarno Hatta-Manggarai yang digembor-gemborkan sejak tahun lalu ternyata sampai saat ini sama sekali belum berjalan.

Menurut Kepala Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal Badan Kebijakan Fiskal Freddy Saragih, meskipun sudah digembor-gemborkan sejak tahun lalu namun sampai saat ini proyek kereta bandara tersebut masih belum berjalan.

"Ya ini faktanya, bagaimana dia (pengembang) bilang ada, tapi ternyata tidak ada," ungkap Freddy di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (24/1/2011).

Lebih lanjut Freedy menjelaskan sampai saat ini feasibility study juga masih disiapkan. "Yang disiapkan ya FS dan dokumentasi," ungkap Freddy.

Karenanya Freddy mengungkapkan pemerintah akan mengambil alih FS yang seharusnya dilakukan oleh swasta. Adapun dana yang akan disiapkan akan diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Jadi sekarang sudah ditetapkan Menkeu mengatakan kita akan melakukan itu. Dananya dari Menkeu," jelas Freddy.

Menurut Freddy langkah ini dilakukan agar tidak ada subyektifitas dari para investor. Mengingat nantinya akan ada dua investor yakni Australia dan Jepang.

"Supaya dokumen itu objektif kan. Yang menyiapkan asosiasi ini dengan Australia pasti dia bilang akan menguntungkan investor dari Australia. Nah, yang masalah rel itu kan investor Jepang, pasti lebih referensinya ke perusahaan Jepang jadi untuk menghindarkan hal seperti itu,” jelas Freddy.

Namun menurut Freddy jika nantinya FS disiapkan oleh pemerintah maka akan lebih mudah bagi investor untuk mengapresiasi. "Tapi setelah FS selesai dan FS itu disiapkan sendiri oleh pemerintah enggak ada asosiasi dengan siapa pun. Tapi intinya walaupun kita tidak bersosialisasi dengan negara lain mereka akan tetap apresiasi," jelasnya.

Adapun yang akan menjadi pemimpin pelaksana bagi FS ini adalah Sarana Multi Infrastruktur (SMI). "Jadi SMI ditugaskan lalu kemudian mereka akan melakukan tender semuanya segala macam secara swasta aja lah. Kita enggak pengen kayak yang lalu-lalu enggak jelas begitu," pungkasnya.(adn)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya