JAKARTA - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mendukung pengembangan Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank Usaha Syariah (BUS) BPD seluruh Indonesia (BPDSI) di masa depan, di antaranya dengan percepatan spin off serta peningkatan kompetensi dan profesionalisme sumberdaya insani (SDI).
Melalui tim Kelompok Kerja (Pokja) UUS BPDSI yang dibentuk Asbanda diharapkan timbul usulan konkret pengembangan UUS dan BUS BPDSI. Upaya ini ditempuh karena pasar perbankan syariah masih sangat potensial.
"Kita semua datang dari tempat yang jauh dan di sini harus dapat menyusun konsep konkret spin off, yang nanti kita tawarkan kepada BPDSI," kata Ketua Umum Asbanda, Winny Erwindia, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Rabu (9/3/2011).
Dia mengatakan, sebelumnya ada 15 BPD yang membentuk UUS. Kemudian Bank bjb (Bank Jabar Banten) mendirikan BUS. Mengacu UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syarih, Asbanda mendorong percepatan spin off UUS menjadi BUS. Dalam panduan BPD Regional Champion (BRC), kata Winny, ditawarkan dua langkah strategis dalam penerapannya.
Pertama, spin off dengan pendekatan pertumbuhan organik. Artinya, setiap BPD diberikan kebebasan melakukan spin off dari UUS yang dimilikinya secara mandiri. Kedua, spin off dengan pertumbuhan non organik. Artinya, seluruh BPD yang memiliki UUS sepakat bergabung dalam satu entitas baru.
Pelatihan Sumber Daya
Mengenai SDI, Asbanda Human Resources Development Center (AHRDC) telah menjalin kemitraan dengan sejumlah konsultan untuk menyelenggarakan pelatihan dalam upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme SDI.
Pelatihan ini sangat penting dan mendesak karena kebutuhan kepala cabang untuk UUS BPD mencapai 700 orang. "Ini bukan pekerjaan yang gampang dalam memberikan bekal teori dan praktik pada mereka,” kata dia.
Bila mereka sudah menguasainya masih dibayang-bayangi tawaran menggiurkan dari bank syariah kompetitor. Aksi bajak membajak SDI di kalangan bank syariah tidak terhindarkan karena jumlah SDI andal masih terbatas, sementara permintaannya masih sangat tinggi.
Atas kedua fakta terkini tersebut, kata Winny, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XI 2011 telah mengamanatkan pada BPDSI yang menjadi bank induk UUS untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mengelola dan menjaring pasar perbankan syariah.
"Setidaknya mereka perlu memperhatikan permodalan, infrastruktur dalam hal penguasaan teknologi, serta apresiasi kepada sumberdaya insani (SDI)," tandasnya.